MoneyTalk, Jakarta – Aktivis Nahdlatul Ulama (NU) Umar Hasibuan kembali menyita perhatian publik melalui unggahannya di media sosial X. Dalam cuitannya, tokoh yang akrab disapa Gus Umar itu mengingatkan masyarakat agar bersiap menghadapi potensi krisis ekonomi.
“Sahabat, bersiaplah hadapi krisis ekonomi. Apa yang bisa kita harapkan dari Prabowo sob?” tulis Gus Umar dalam unggahannya, Selasa (10/3/2026).
Pernyataan tersebut memicu berbagai respons di ruang digital. Sebagian pengguna media sosial menilai peringatan itu sebagai bentuk kewaspadaan terhadap dinamika ekonomi global yang tengah bergejolak. Namun, tidak sedikit pula yang menafsirkan pernyataan tersebut sebagai kritik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan.
Saat ini, dunia menghadapi ketidakpastian akibat konflik geopolitik, fluktuasi harga energi, serta gangguan rantai pasok global.
Situasi tersebut berpotensi berdampak pada negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Kenaikan harga minyak, melemahnya nilai tukar, hingga potensi inflasi menjadi beberapa faktor yang kerap disebut sebagai ancaman bagi stabilitas ekonomi nasional.
Dalam konteks inilah, pernyataan Gus Umar dipandang sebagai pengingat agar masyarakat tidak lengah terhadap kondisi ekonomi global yang tidak menentu.
Di sisi lain, publik juga menaruh harapan besar pada pemerintahan Presiden Prabowo untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Berbagai kebijakan strategis dinilai akan menjadi penentu kemampuan Indonesia menghadapi tekanan ekonomi global.
Pemerintah diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi melalui pengendalian inflasi, menjaga stabilitas harga pangan, serta memperkuat sektor energi dan industri dalam negeri.
Selain itu, penguatan daya beli masyarakat dan perlindungan terhadap kelompok rentan juga dinilai penting untuk mengantisipasi dampak krisis.
Cuitan Gus Umar sendiri memunculkan diskusi luas di kalangan pengguna X. Ada yang sepakat bahwa masyarakat perlu bersiap menghadapi kemungkinan terburuk. Namun ada pula yang menilai pernyataan tersebut terlalu pesimistis.
Terlepas dari perdebatan itu, unggahan tersebut menunjukkan bahwa isu ekonomi tetap menjadi perhatian utama publik, terutama di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
Kini, masyarakat menunggu bagaimana langkah pemerintah dalam memastikan ekonomi Indonesia tetap stabil dan mampu bertahan menghadapi berbagai tekanan dari luar negeri.





