MoneyTalk, Jakarta – Pernyataan kritis kembali datang dari akademisi Universitas Indonesia (UI) Ronnie H. Rusli, yang menyoroti sikap pemerintah Indonesia terkait konflik di Timur Tengah, khususnya antara Iran dan Israel.
Ronnie secara terbuka menyampaikan posisi Indonesia yang dinilainya tidak menunjukkan dukungan terhadap Iran dalam menghadapi Israel. Ia bahkan menyebut sikap tersebut memalukan, mengingat Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.
“Malu kita punya Presiden negara berpenduduk Islam terbesar di dunia yang tidak mendukung atau pro negara Islam (Iran) yang berperang dengan Zionis Israel,” ujar Ronnie dalam pernyataannya, Kamis (2/4/2026).
Pernyataan ini menambah daftar kritik Ronnie terhadap kebijakan luar negeri pemerintah, khususnya dalam merespons dinamika geopolitik global. Sebelumnya, ia juga menyoroti kapasitas diplomasi Indonesia dalam merespons konflik Timur Tengah dan menilai posisi Indonesia kurang diperhitungkan di kancah internasional.
Isu konflik Iran dan Israel sendiri terus menjadi perhatian dunia internasional, terutama setelah meningkatnya eskalasi militer yang melibatkan berbagai pihak di kawasan tersebut. Di Indonesia, sikap pemerintah yang cenderung mengedepankan politik luar negeri bebas aktif kerap menjadi perdebatan, khususnya dalam konteks konflik yang melibatkan negara-negara mayoritas Muslim.
Pernyataan Ronnie pun menuai beragam respons di ruang publik. Sebagian mendukung pandangannya sebagai bentuk solidaritas terhadap dunia Islam, namun tidak sedikit pula yang mengingatkan bahwa kebijakan luar negeri Indonesia tidak bisa semata-mata didasarkan pada sentimen agama, melainkan harus mempertimbangkan kepentingan nasional, stabilitas kawasan, serta hukum internasional.
Di tengah polemik tersebut, posisi Indonesia kembali diuji: antara menjaga prinsip diplomasi bebas aktif atau mengambil sikap lebih tegas dalam konflik global yang sarat dimensi politik, agama, dan kemanusiaan.



