Ustaz Hilmi Firdausi Soroti Bantuan Motor untuk Penyuluh MBG, Usulkan Prioritas bagi Guru dan Nakes Terpencil

  • Bagikan

MoneyTalk, Jakarta – Ustaz Hilmi Firdausi menyampaikan pandangannya terkait distribusi bantuan kendaraan bermotor dari negara yang diperuntukkan bagi penyuluh dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui akun media sosial X (Twitter), ia mengungkapkan harapannya agar bantuan tersebut bisa dialihkan kepada pihak yang dinilai lebih membutuhkan.

Dalam unggahannya, Hilmi membayangkan jika motor bantuan negara yang digunakan oleh para penyuluh—yang turut membantu distribusi MBG—diberikan kepada guru honorer, pendidik di daerah pedalaman, serta tenaga kesehatan (nakes) di wilayah terpencil.

“Membayangkan andai saja motor bantuan negara untuk para penyuluh diberikan kepada guru-guru di pedalaman, guru honorer yang telah lama mengabdi atau nakes di daerah terpencil, pasti akan lebih bermanfaat,” tulisnya, Selasa (7/4/2026).

Ia menilai kelompok tersebut memiliki kebutuhan mobilitas yang tinggi dalam menjalankan tugas pelayanan publik, namun kerap menghadapi keterbatasan fasilitas dari negara.

Meski demikian, Hilmi juga menyadari bahwa pernyataannya bersifat reflektif dan penuh pengandaian. Ia bahkan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para guru dan tenaga kesehatan.

“Ah, saya ini kebanyakan berandai-andai… maaf ya para guru & nakes,” lanjutnya dalam unggahan tersebut.

Pernyataan ini pun memantik respons publik di media sosial. Sebagian warganet mendukung pandangan tersebut dan menilai pemerintah perlu lebih memprioritaskan kesejahteraan guru honorer serta tenaga kesehatan di daerah terpencil. Namun, ada pula yang menilai bahwa program MBG memiliki kebutuhan operasional tersendiri, termasuk peran penting para penyuluh dalam memastikan distribusi berjalan optimal.

Sebagai informasi, program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Dalam pelaksanaannya, berbagai pihak dilibatkan, termasuk penyuluh yang berperan dalam distribusi dan edukasi di lapangan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *