MoneyTalk, Jakarta – Pernyataan kontroversial dari dosen Universitas Indonesia, Ronnie H Rusli, terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai polemik di ruang publik setelah dikutip secara langsung.
Dalam pernyataannya, Selasa (5/5/2026) Ronnie menyampaikan kritik dengan bahasa yang sangat keras. Ia mengatakan:
“Kasih makan bergizi gratis hasilnya cuma jadi ‘berak dan orang-orang yang kurang ajar yang tidak akan berterima kasih kepada siapapun termasuk kepada Prabowo Subianto dan bilang itu uang rakyat’. Yang kasih MBG itu orang yang bodoh!!!”
Pernyataan tersebut dengan cepat menyebar dan memicu beragam reaksi. Sebagian kalangan menilai kritik itu sebagai bentuk ekspresi kekecewaan terhadap efektivitas program, namun banyak pula yang mengecam pilihan kata yang dianggap tidak pantas, terutama karena disampaikan oleh seorang akademisi.
Program MBG sendiri merupakan salah satu kebijakan prioritas pemerintahan Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini juga diarahkan untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Universitas Indonesia terkait polemik yang ditimbulkan. Sementara itu, perdebatan publik terus berkembang, menyoroti tidak hanya efektivitas program MBG, tetapi juga etika komunikasi di ruang publik, khususnya dari kalangan akademisi.
Kontroversi ini kembali menegaskan bahwa kebijakan publik, terutama yang menyangkut hajat hidup masyarakat luas, selalu berada dalam ruang kritik. Namun, cara penyampaian kritik menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas diskursus publik di Indonesia.





