MoneyTalk, Jakarta – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, menilai Partai Golkar saat ini sudah berada dalam kendali Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, sejak penunjukan Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Umum Partai Golkar.
Pernyataan itu disampaikan Said Didu menanggapi serangan yang dilontarkan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, terhadap Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK).
Menurut Said Didu, serangan Idrus Marham itu setelah JK meminta Jokowi untuk menunjukkan ijazahnya kepada publik. Ia menilai, langkah tersebut bukan sekadar respons pribadi, melainkan bagian dari instruksi politik yang lebih besar.
“Golkar sudah dikendalikan oleh Jokowi sejak menempatkan Bahlil sebagai Ketua Umum Golkar. Lihat saja serangan Waketum Idrus Marham ke Pak JK sejak Pak JK minta Jokowi tunjukkan ijazahnya,” ujar Said Didu, Jumat (24/4/2026).
Ia juga menyebut publik memahami bahwa serangan tersebut diduga merupakan “perintah” dari Jokowi kepada Bahlil untuk menyerang Jusuf Kalla.
“Publik paham bahwa itu adalah perintah Jokowi ke Bahlil untuk melakukan serangan kepada Pak JK,” lanjutnya.
Pernyataan Said Didu ini menambah panas dinamika politik nasional, khususnya hubungan antara elite Partai Golkar dengan tokoh senior seperti JK yang selama ini dikenal memiliki pengaruh kuat di partai berlambang pohon beringin tersebut.
Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak Golkar maupun dari Jokowi terkait tudingan Said Didu tersebut. Namun polemik ini diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya sorotan publik terhadap isu ijazah Presiden dan dinamika internal partai politik menjelang kontestasi politik mendatang.




