MoneyTalk.id, Jakarta – Praktisi media massa yang juga Wakil Direktur Center for Advanced Journalism (CAJ) PWI Pusat serta Executive Director HIAWATHA Institut, Benz Jono Hartono, menyoroti fenomena munculnya politikus yang lebih memilih menjadi pengikut kekuasaan dibanding tampil sebagai pemimpin yang memiliki keberanian moral.
Dalam rilis yang diterima, Sabtu (20/6/2026), Benz menyebut banyak politisi saat ini cenderung menjalankan aktivitas politik berdasarkan rasa takut, mulai dari takut kehilangan jabatan, fasilitas, akses kekuasaan hingga takut miskin. Kondisi tersebut, menurutnya, melahirkan budaya oportunisme yang menjauhkan politik dari nilai-nilai perjuangan dan pengabdian kepada rakyat.
“Yang lahir bukan keberanian moral, melainkan budaya menjilat. Yang tumbuh bukan sikap kenegarawanan, melainkan oportunisme. Mereka lebih sibuk menjaga kedekatan dengan penguasa daripada menjaga amanah rakyat yang telah memilihnya,” ujarnya.
Benz menilai politikus bermental follower tidak lagi berdiri di atas keyakinan dan prinsip, melainkan mengikuti arah kekuasaan demi mempertahankan posisi. Akibatnya, banyak tokoh yang terlihat kritis ketika berada di luar lingkaran kekuasaan, namun berubah menjadi pasif setelah memperoleh jabatan.
Menurutnya, sejarah bangsa justru menunjukkan bahwa perubahan besar lahir dari sosok-sosok yang berani menghadapi risiko dan tidak diperbudak rasa takut. Para pendiri bangsa, kata dia, tetap berjuang meski tidak memiliki jaminan kemenangan, kekuasaan, maupun kekayaan.
Ia juga menyoroti ketakutan terhadap kehilangan jabatan yang dinilai semakin dominan dalam perilaku politik. Padahal, jabatan hanyalah amanah sementara yang sewaktu-waktu dapat berakhir.
“Demi mempertahankan jabatan yang sementara itu, sebagian orang rela mengorbankan harga diri, integritas, bahkan kebenaran,” katanya.
Selain itu, Benz mengingatkan bahwa ketakutan terhadap kemiskinan maupun kematian seharusnya tidak menjadi alasan untuk meninggalkan prinsip. Dalam perspektif keimanan, menurutnya, manusia hanya patut takut kepada Allah SWT, bukan kepada kehilangan kekuasaan atau kenyamanan duniawi.
Karena itu, ia menegaskan Indonesia membutuhkan lebih banyak pemimpin yang memiliki keberanian moral, berani menyampaikan kebenaran meski pahit, berani berbeda pendapat meski sendirian, serta berani mempertahankan amanah rakyat meskipun harus berhadapan dengan kelompok-kelompok kuat.
“Bangsa ini tidak kekurangan orang pintar dan berpendidikan tinggi. Yang semakin langka adalah orang-orang yang memiliki keberanian moral,” tegasnya.
Benz berharap politik Indonesia ke depan tidak lagi didominasi oleh politikus bermental follower, melainkan oleh pemimpin yang mampu berdiri tegak di atas keyakinan, menjaga amanah rakyat, dan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Menurutnya, sejarah pada akhirnya tidak akan mencatat lamanya seseorang berkuasa, melainkan keberaniannya dalam membela kebenaran serta bagaimana amanah yang diemban dijalankan dengan penuh tanggung jawab.




