Adhie Massardi Singgung Kasus Ijazah dalam Status WA, Bandingkan dengan Nasib Galileo Empat Abad Lalu

  • Bagikan

MoneyTalk.id, Jakarta – Mantan Juru Bicara Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Adhie Massardi, kembali melontarkan kritik sosial-politik melalui status WhatsApp pribadinya. Dalam unggahan yang disertai ilustrasi bertuliskan “Ketika Ilmu Dituduh Menghina Kekuasaan”, Adhie menyinggung hubungan antara ilmu pengetahuan, kebebasan berpikir, dan kekuasaan.

Dalam statusnya, Adhie menulis bahwa empat abad lalu ilmuwan Galileo Galilei dipenjara karena mempertahankan pandangannya bahwa bumi berbentuk bulat dan mengelilingi matahari, sebuah gagasan yang saat itu dianggap bertentangan dengan otoritas yang berkuasa.

“Empat abad yang lalu, Galileo Galilei dipenjara gegara bilang ‘Bumi itu bulat..!’ Kini, di negeri tropis, ada orang dibui gegara hasil penelitiannya menyatakan: ‘Ijazah Lo palsu…!!’. Rupanya di negeri itu dogma kekuasaan masih lebih kuat dari logika,” tulis Adhie dalam status WA dikutip pada 21/6/2026.

Pernyataan itu dipandang sebagai sindiran terhadap polemik yang berkembang terkait dugaan ijazah palsu yang menjadi perdebatan publik dalam beberapa tahun terakhir. Melalui analogi Galileo, Adhie seolah mengingatkan bahwa sejarah sering mencatat benturan antara temuan, penelitian, atau pandangan yang didasarkan pada fakta dengan kepentingan kekuasaan yang merasa terusik.

Ilustrasi yang menyertai unggahan tersebut menampilkan sosok ilmuwan yang sedang mengamati melalui teleskop, sementara di bagian bawah tampak laboratorium bertuliskan “Lab of Truth Closed by Order” dan figur-figur yang dibayangi suasana represif. Pesan visual itu memperkuat kritik terhadap situasi ketika ruang penelitian, kebebasan akademik, dan pencarian kebenaran dianggap sebagai ancaman bagi otoritas.

Status Adhie Massardi tersebut segera menarik perhatian sejumlah kalangan karena disampaikan di tengah meningkatnya perdebatan mengenai kebebasan berekspresi, independensi penelitian, dan penggunaan instrumen hukum dalam merespons kritik terhadap penguasa.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *