Rangkaian Tobat Ekologis, Menteri LH Jumhur Tanam Pohon di Kampus Poltek Pelayaran Sumbar

  • Bagikan

MoneyTalk.id, Jakarta –  Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badang Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh Jumhur Hidayat mengatakan, aksi penanaman pohon merupakan salah satu bentuk nyata tobat ekologis, yaitu kesadaran bersama untuk memperbaiki hubungan manusia dengan alam.

“Semangat ini mengajak kita mengubah perilaku yang merusak dan mengeksploitasi alam menjadi perilaku yang lebih bertanggung jawab, peduli, dan berorientasi pada keberlanjutan,” kata Menteri Jumhur saat melakukan penanaman pohon di Kampus Politeknik Pelayaran Sumatera Barat (Sumbar), Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar, Selasa,14 Juli 2026.

Kegiatan penanaman pohon di Kampus Politeknik Pelayaran Sumbar mengusung Tema Tobat Ekologis Untuk Indonesia Lestari: Gerakan Penanaman Pohon dan Inovasi Generasi Maritim dalam Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Menteri Jumhur mengatakan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka untuk menunjukkan bahwa kegiatan lingkungan hidup membutuhkan kolaborasi dengan masyarakat daerah.

“Kegiatan semacam ini yang menyebabkan nantinya perdagangan karbon kita (RI) akan dihargai dunia internasional karena benefit sharing atau bagi hasil, bagi manfaatnya juga akan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk masyarakat lokal,” jelas Menteri Jumhur.

Menteri Jumhur juga menjelaskan soal kerja sama dengan beberapa negara. Termasuk misalnya dengan Singapura. Pada intinya dalam kerja sama itu Indonesia siap membantu Singapura mengurangi Nationally Determined Contribution (NDC) atau janji suatu negara ingin berapa banyak mengurangi emisi.

“Kita bisa bantu Singapura dalam rangka NDC, selebihnya dalam kerja sama perdagangan karbon berlaku perdagangan seperti biasa. Namun yang harus dipastikan adalah ujungnya masyarakat setempat, masyarakat adat yang harus paling banyak mendapatkan manfaat dan kebahagian dari proses perdagangan karbon itu,” kata Menteri Jumhur.

Dalam kesempatan itu, Menteri Jumhur juga membahas masalah sampah yang ditargetkan selesai dalam 2 tahun. , Khusus mengatasi sampah dengan program Pengolah Sampah jadi Energi Listrik (PSEL) memang bisa diselesaikan dalam 2 tahun tapi untuk yang non PSEL bisa diselesaikan sejak sekarang.

“Contohnya di Poltek Pelayaran Sumbar saja masalah sampah sudah selesai. Jadi kalau keberhasilan penanganan sampai di Poltek Pelayaran Sumbar ini diduplikasi dan replikasi di level kabupatan dan kota maka masalah sampah bisa selesai lebih cepat. Langkah replikasi ini persiapannya sedang terus dilakukan,” kata Menteri Jumhur.

Menteri Jumhur menjelaskan, kalau melihat teman-teman yang bekerja di persampahan di berbagai kota, kabupaten dan provinsi, serta Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) itu kerjaannya setiap hari mendesain, membuat roadmap langkah-langkah, mengundang stakeholder. Kemudian nantinya akan tampak dalam 2-3 tahun ke depan dilakukan implementasi lapangan.

“Walaupun sebenarnya sesekali implementasi sudah berjalan. Misalnya memanggil pegelola hotel, restoran dan kafe, lalu tempat-tempat keramaian, hal semacam itu sudah dikerjakan oleh KLH. Tapi mungkin tuntasnya akan kelihatan dalam 2 atau 3 tahun,” kata Menteri Jumhur.

Terkait kegiatan di Poltek Pelayaran Sumbar, Menteri Jumhur mengatakan, sebagai institusi pendidikan vokasi di bidang pelayaran, Politeknik Pelayaran Sumbar memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan sektor maritim yang semakin berkelanjutan.

Menteri Jumhur berharap budaya kampus hijau dapat terus diperkuat dan disertai dengan pengembangan Environment Innovation atau inovasi lingkungan yang relevan dengan sektor pelayaran dan kemaritiman.

“Inovasi tersebut dapat diarahkan untuk mendukung efisiensi energi, pengurangan emisi, pengelolaan sampah, pencegahan pencemaran laut, serta perlindungan kawasan pesisir dan ekosistem bahari,” pungkas Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *