Pasca Pernyataan Presiden,Polisi Malah Berburu Aktivis, Sampai Kapan Kekisruhan Ini Akan Segera Berakhir ?

  • Bagikan

MoneyTalk, Jakarta – Demonstrasi yang membawa aspirasi, rupanya disikapi dengan represi. Sejumlah kerusuhan, dijadikan dalih untuk membungkam sejumlah aktivis.

Pidato Presiden Prabowo, direspon cepat oleh polisi dengan sejumlah penangkapan. Salah satunya, penangkapan pada Delpedro.

Direktur Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen, ditangkap polisi. Lokataru menyebut Delpedro dijemput paksa. Delpedro dijemput paksa anggota Polda Metro Jaya pada Senin (1/9) malam sekitar pukul 22.45 WIB.

Tidak lama kemudian, Delpedro ditetapkan sebagai tersangka. Sejumlah pasal kriminalisasi diterapkan polisi terhadap Delpedro. Ada Pasal 160 KUHP, Pasal 45A ayat 3 juncto Pasal 28 ayat 3 UU ITE, hingga Pasal 76H juncto Pasal 15 juncto Pasal 87 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Isu Demo didanai asing, yang dihembuskan oleh Hendro Priono mulai dimainkan. Demo sebagai gerakan Reza Chalid mafia migas, juga dimaikan untuk mendelegitimasi aspirasi rakyat.

Padahal, tuntutan rakyat tidak ada kaitannya dengan kepentingan asing dan Reza Chalid. Rakyat menuntut Kapolri dicopot, karena gagal menyelenggarakan pelayanan kemerdekaan berpendapat dimuka umum yang berujung gugurnya AFFAN KURNIAWAN.

Sebelumnya, Rakyat menuntut DPR yang tak punya empati agar berbenah. Kenaikan gaji dan sejumlah tunjangan anggota dewan, sangat tidak empati pada nasib rakyat.

Ditengah rakyat sulit, dibebani pajak selangit oleh Sri Mulyani, DPR malah joget ria merayakan kenaikan gaji. Mereka lupa, bahwa apa yang mereka rayakan adalah penderitaan, keringat, darah dan air mata rakyat. Pihak yang mereka klaim wakili.

Selanjutnya, tuntutan juga meluas. Minta agar Kabinet dibersihkan dari pengaruh Solo, bersih dari anasir Jokowi.

Jadi, jika semua didanai asing, apakah Kapolri proxy asing? Apakah geng Solo antek asing? Lalu, apa hubungannya dengan Reza Chalid?

Saya miris, dengan pilihan kebijakan menangani persoalan ini. Presiden seperti tidak peka, ingin mengalihkan aspirasi dan tuntutan rakyat, sekaligus mendelegitimasi gerakan aspirasi rakyat. Fokusnya, tidak lagi bagaimana aspirasi dipenuhi. Akan tetapi, bagaimana aspirasi bisa segera dibungkam.

Penangkapan sejumlah aktivis, menjadi parameternya. Delpedro, hanya salah satunya. Jika perburuan aktivis ini didiamkan, bukan mustahil kedepan akan diintensifkan.

Lalu, sampai kapan kekisruhan ini akan berakhir?

Jahat sekali. Sudah tidak memenuhi tuntutan aspirasi rakyat, kini para aktivisnya dibungkam. Tidak kunjung membersihkan kabinet dari geng Solo, kini malah saluran aspirasi difitnah dengan tuduhan didanai asing dan ditunggangi Reza Chalid.

Penulis : Ahmad Khozinudin, S.H

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *