Kajian Politik Merah Putih: Prabowo Jual Ilusi Masa Depan Cerah, Indonesia Terancam Oligarki dan Revolusi

  • Bagikan

MoneyTalk, Jakarta – Koordinator Kajian Politik Merah Sutoyo Abadi menilai Presiden Prabowo Subianto masih memberikan “ilusi” tentang masa depan Indonesia yang cerah. Menurutnya, pandangan tersebut hanya terinspirasi prediksi Goldman Sachs yang memproyeksikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi keempat dunia pada 2050.

“Pernyataan itu lebih seperti provokasi politik yang meninabobokan rakyat dengan tujuan tertentu,” ujarnya, Sabtu (27/9/2025).

Merah menuding sejak era pemerintahan Presiden Joko Widodo, kedaulatan bangsa telah “digadaikan” kepada kapitalisme oligarki yang keras dan ekstrem. Ia juga menyoroti DPR yang dianggap bukan lagi benteng rakyat, melainkan perpanjangan tangan oligarki.

“DPR dikuasai partai bandit politik, fungsinya hanya menjadi stempel pemerintah. Produk legislasi disusun sesuai pesanan asing dan oligarki,” tegasnya.

Merah menyebut Indonesia kini berada di bawah kombinasi dominasi kapitalisme Barat dan bayang-bayang komunisme. “Utang luar negeri membengkak, eksploitasi sumber daya alam dikuasai oligarki, regulasi ekonomi tunduk pada lembaga internasional. Liberalisme, sekularisme, dan demokrasi liberal dijadikan standar,” katanya.

Ia juga menilai Pancasila kian terpinggirkan, sementara kapitalisme, komunisme, dan oligarki justru “bersenyawa” dalam kekuasaan. Seruan darurat dari berbagai penjuru, menurutnya, menandakan krisis yang kian dalam.

Merah menegaskan jalan keluar hanya dua: “Pertama, kembali pada Pancasila dan UUD 1945 asli. Jika tetap diabaikan, opsi kedua adalah revolusi total. Tanpa itu, negara akan terus berada di simpang jalan dan terancam bubar,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *