MoneyTalk, Jakarta – Pengamat politik Ray Rangkuti menilai gaya kepemimpinan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai fenomena baru dalam lanskap pemerintahan Indonesia. Dalam podcast yang ditayangkan di kanal YouTube Bambang Widjajanto, Selasa (14/10), Ray menyebut Purbaya tampil sebagai sosok yang berani keluar dari tradisi komunikasi politik penuh basa-basi yang mengakar selama satu dekade terakhir.
“Saya merasa tipe pemimpin seperti ini memang dibutuhkan. Setelah 10 tahun kita hidup dalam era politik yang penuh kehati-hatian dan basa-basi, muncul figur yang berbicara apa adanya,” ujar Ray.
Menurut Ray, gaya komunikatif dan lugas yang diperlihatkan Purbaya menandakan perubahan paradigma dalam birokrasi pemerintahan. Selama ini, ia menilai pejabat publik cenderung berhati-hati hingga terkesan menutupi fakta yang tidak nyaman bagi publik.
Namun, gaya terbuka Purbaya juga membawa konsekuensi. Ia memperingatkan, sikap tersebut berpotensi menimbulkan gesekan dengan berbagai pihak, terutama di lingkar kekuasaan yang selama ini terbiasa dengan koordinasi politik yang tertutup.
“Sekarang kelihatan Pak Prabowo masih membiarkannya. Tapi kalau gaya Pak Purbaya begini terus, mungkin akan ada satu-dua pihak yang merasa tersinggung. Itu bisa menjadi ujian bagi soliditas kabinet,” kata Ray.
Dari Sidak ke Sidik
Ray juga menyoroti metode inspeksi mendadak (sidak) yang sering dilakukan Menteri Purbaya di berbagai lembaga keuangan dan bank. Menurutnya, langkah itu patut diapresiasi jika berujung pada tindakan nyata, bukan sekadar pencitraan.
“Mudah-mudahan sidaknya bukan cuma membuat orang tersedak, tapi juga ada sidik untuk menindaklanjuti. Kalau cuma sidak-sidakiduk, ya kita tidak tahu ke mana arahnya,” ujarnya dengan nada satir.
Langkah-langkah Purbaya, lanjut Ray, memang berhasil mengguncang zona nyaman birokrasi ekonomi yang selama ini dianggap steril dari kritik. Namun, ia mengingatkan pentingnya sistem dan arah kebijakan yang jelas, agar setiap intervensi tidak berhenti di level simbolik.
“Letupan-letupan Purbaya menarik, tapi belum terlihat kerangka kebijakan yang sistematis. Kita belum tahu apa strategi konkret untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dijanjikan Presiden Prabowo,” kata Ray.
Menguji Efektivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Salah satu topik yang menjadi perhatian Ray adalah evaluasi terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) program unggulan pemerintah baru yang belakangan dikritik karena penyerapan anggaran rendah dan munculnya kasus keracunan di beberapa daerah.
Menurut Ray, kritik Purbaya terhadap lemahnya pelaksanaan program tersebut menunjukkan sikap keberanian menteri baru ini untuk membuka fakta di lapangan, meskipun berisiko memunculkan ketegangan di internal pemerintahan.
“Dia berani bicara apa adanya, termasuk soal serapan rendah dan penyalahgunaan dana di daerah. Tapi kalau tidak ada sistem pengawasan dan koordinasi yang kuat, kritik itu bisa menjadi bumerang bagi kabinet sendiri,” jelasnya.
Ray menilai pendekatan Purbaya yang lebih berbasis data dan angka merupakan kelebihan, namun bisa menjadi kelemahan jika mengabaikan aspek sosial dan politik yang melingkupi kebijakan publik.
“Beliau ini tipikal teknokrat yang kuat di angka, tapi kebijakan ekonomi tidak hanya soal angka. Ada dimensi sosial dan politik yang menentukan efektivitasnya,” tambah Ray.
Antara Ketegasan dan Konsolidasi
Dalam bagian akhir diskusi, Ray Rangkuti menegaskan bahwa keberanian Purbaya untuk “menabrak kelaziman” memang diperlukan untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap pemerintah. Namun, keberanian tanpa strategi konsolidasi bisa menjadi sumber friksi politik baru.
“Purbaya ini memberi warna baru, tapi juga menguji batas toleransi kekuasaan. Pertanyaannya: apakah gaya seperti ini akan terus dibiarkan, atau nanti akan dipasang ‘lampu kuning’ oleh Presiden?” ujar Ray.
Ia menutup dengan refleksi bahwa reformasi birokrasi tidak cukup hanya dengan figur yang keras dan terbuka. Diperlukan sistem yang mengintegrasikan keberanian personal dengan tata kelola yang transparan dan berorientasi hasil.
“Kita butuh pemimpin yang jujur dan tegas, tapi juga sistematis dan terarah. Purbaya bisa jadi harapan baru, atau justru pertaruhan besar bagi pemerintahan ini,” pungkas Ray.





