MoneyTalk, Jakarta – Pernyataan kritis datang dari Dokter Tifa terkait polemik gugatan ijazah Presiden Joko Widodo yang kembali menjadi sorotan publik.
Melalui akun media sosialnya, Dokter Tifa mempertanyakan langkah pembelaan yang dinilai berlebihan dalam menghadapi gugatan tersebut. Ia menyoroti wacana penggunaan hingga ribuan pengacara untuk membela pihak terkait.
“Kalau 1 lembar ijazah itu ASLI, cukup didampingi 1 pengacara. Lah ini, ngapain pakai 1.000 pengacara?” tulisnya, Selasa (7/4/2026).
Tak hanya itu, ia juga mengkritik pendekatan yang dianggap “keroyokan” dalam menghadapi persoalan hukum tersebut. Menurutnya, cara itu justru memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
“Main keroyokan menunjukkan bodohnya cara termul dalam membela majikannya,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah memanasnya isu gugatan ijazah Presiden Jokowi yang kembali mencuat di ruang publik. Wacana pengerahan banyak pengacara pun menuai pro dan kontra.
Sejumlah pihak menilai langkah tersebut sebagai bentuk keseriusan menghadapi gugatan, sementara lainnya menganggapnya berlebihan dan justru memperkeruh opini publik.
Hingga kini, polemik tersebut masih terus berkembang dan menjadi perhatian luas, baik di media sosial maupun di kalangan pengamat hukum dan politik.





