MoneyTalk, Jakarta – Pesan yang disampaikan Mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya kepada Kepala BGN yang baru, Nanik S Deyang, mendadak menjadi sorotan publik. Di tengah proses hukum yang sedang dijalaninya, Sony menulis surat ucapan selamat yang dibalut dengan kalimat bernada sindiran tajam.
Dalam surat tertanggal 3 Juni 2026, Sony menyampaikan ucapan selamat atas penunjukan Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN. Namun, perhatian publik tertuju pada satu kalimat yang dianggap memiliki makna mendalam dan menyimpan pesan politik.
“Kepada Yth. Ibu Nanik S Deyang, selamat atas jabatan baru sebagai Kepala BGN. Terimakasih atas hadiah indah yang telah diberikan kepada saya,” tulis Sony dalam surat tersebut, Kamis (4/6/2026).
Kalimat tersebut langsung memantik berbagai spekulasi. Banyak pihak menafsirkan bahwa “hadiah indah” yang dimaksud Sony berkaitan dengan proses hukum yang kini membuat dirinya harus berhadapan dengan jeruji penjara.
Meski demikian, dalam surat yang sama Sony tetap menyampaikan doa dan harapan baik kepada Nanik. Ia mengaku turut bahagia melihat rekannya mendapatkan amanah yang lebih besar dalam pemerintahan.
“Sebuah kebahagiaan melihat sahabat dan rekan yang baik mendapatkan amanah yang lebih besar untuk mengabdi kepada bangsa. Selamat atas jabatan baru sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas,” tulisnya.
Publik kemudian menilai surat tersebut memiliki dua lapis pesan. Di satu sisi berisi ucapan selamat dan doa, namun di sisi lain mengandung sindiran yang mengarah pada pihak-pihak yang dianggap berperan dalam persoalan hukum yang menimpanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Nanik S Deyang terkait surat yang beredar tersebut. Namun, isi surat itu telah ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial dan memunculkan beragam interpretasi dari masyarakat.
Sebagian pihak menilai surat tersebut sebagai bentuk kritik halus, sementara yang lain melihatnya sebagai ekspresi kekecewaan Sony terhadap situasi yang sedang dihadapinya. Terlepas dari berbagai tafsir yang berkembang, surat tersebut berhasil menarik perhatian publik karena ditulis pada momentum pelantikan pejabat baru di salah satu lembaga strategis pemerintah.





