MoneyTalk.id, Jakarta – Unggahan Maria Alkaff di media sosial pada Selasa (14/7/2026) menjadi perhatian publik setelah memuat tudingan serius terhadap Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. Dalam narasinya, Maria Alkaff menduga mutasi massal sejumlah pegawai di lingkungan Kementerian PU dilakukan sebagai bentuk balas dendam menyusul bocornya surat perjalanan dinas sang menteri ke Amerika Serikat.
Mengawali unggahannya, Maria Alkaff menulis, “Wow…!! Menteri bertangan besi?”.
Menurut Maria Alkaff, arogansi kepemimpinan di Kementerian PU mencuat setelah Dody Hanggodo melakukan mutasi massal terhadap para pegawai senior secara sepihak ke luar Pulau Jawa pada Juli 2026.
“Arogansi kepemimpinan di KemenPU mendadak pecah setelah Menteri PU Dody Hanggodo nekat memutasi massal para pegawai senior secara sepihak ke luar Pulau Jawa pada Juli 2026,” tulis Maria Alkaff.
Ia menduga kebijakan tersebut merupakan aksi balas dendam dan pelampiasan amarah Menteri Dody Hanggodo setelah surat perjalanan dinas mewahnya ke Amerika Serikat bocor ke publik.
“Tindakan tangan besi ini diduga kuat merupakan aksi balas dendam dan pelampiasan amarah sang menteri buntut dari bocornya surat perjalanan dinas mewahnya ke AS, ke tangan publik,” tulisnya lagi.
Maria Alkaff selanjutnya menyinggung polemik surat perjalanan dinas yang sebelumnya ramai diperbincangkan. Menurut dia, Dody Hanggodo diduga kebakaran jenggot karena surat tersebut membongkar perjalanan ke New York yang, menurut narasinya, turut membawa istri dan anak untuk menyaksikan Final Piala Dunia 2026.
“Dody Hanggodo tampaknya kebakaran jenggot lantaran surat tersebut membongkar siasatnya yang memboyong anak dan istri ke New York secara aji mumpung untuk menonton Final Piala Dunia 2026,” tulis Maria Alkaff.
Lebih lanjut, Maria Alkaff mengklaim bahwa karena tidak berhasil melacak alamat IP pihak yang diduga membocorkan dokumen tersebut melalui media sosial, Menteri Dody Hanggodo kemudian melampiaskan kemarahannya kepada para pegawai yang mengurus administrasi surat perjalanan dinas tersebut.
Maria Alkaff menyebut sedikitnya delapan pegawai yang telah mengabdi belasan tahun di bidang perencanaan anggaran dan hubungan masyarakat menjadi korban mutasi.
“Tak tanggung-tanggung, 8 pegawai potensial yang sudah mengabdi belasan tahun di bagian perencanaan anggaran dan humas langsung didepak ke wilayah pelosok mulai dari Maluku Utara hingga Papua Barat,” tulisnya.
Ia juga mengeklaim mutasi tersebut mendapat sorotan dari warganet. Menurut Maria Alkaff, sejumlah pejabat eselon III yang memiliki rekam jejak baik diduga sengaja dinonjobkan dan dijadikan staf biasa.
“Kebrutalan mutasi ini dinilai netizen sangat keterlaluan karena level pejabat eselon 3 yang memiliki rekam jejak mentereng sengaja dinonjobkan dan dijadikan staf biasa demi ego pimpinan,” tulisnya.
Pada bagian akhir unggahannya, Maria Alkaff menilai kebijakan tersebut menunjukkan gaya kepemimpinan yang antikritik.
“Aksi sewenang-wenang ini menjadi bukti nyata gaya kepemimpinan antikritik yang rela merusak tatanan birokrasi dan menabrak aturan BKN demi menutupi borok perjalanan dinas keluarga,” tulis Maria Alkaff.
Hingga berita ini ditayangkan, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo maupun Kementerian Pekerjaan Umum belum memberikan tanggapan resmi atas tudingan yang disampaikan Maria Alkaff melalui media sosial tersebut.
Redaksi memberikan ruang hak jawab kepada Menteri Dody Hanggodo maupun Kementerian Pekerjaan Umum untuk menyampaikan klarifikasi atau tanggapan atas tudingan tersebut sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.





