MoneyTalk.id,Jakarta – Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengungkapkan pandangan mengejutkan mengenai kemungkinan terjadinya percepatan pergantian kekuasaan nasional sebelum Pemilu 2029.
Pernyataan tersebut disampaikan Budi Arie di hadapan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam sebuah forum diskusi. Ia mengaku memiliki insting sebagai aktivis bahwa dinamika politik dan sosial saat ini berpotensi melahirkan perubahan yang lebih cepat dari perkiraan.
Budi Arie bahkan secara terbuka mempertanyakan kesiapan menghadapi kemungkinan tersebut.
“Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong, kok belum 2029, belum 2029. Kalau terjadi percepatan, gimana? Kita siap nggak? Siap!” kata Budi Arie dalam video yang beredar di media sosial, Senin (24/8/2026).
Menurut dia, masyarakat saat ini menunjukkan berbagai gejala yang tidak bisa hanya dibaca melalui skenario politik konvensional.
Ia menyinggung munculnya berbagai aksi demonstrasi dan keresahan sosial sebagai bagian dari variabel yang perlu diperhatikan.
“Terjadi anomali-anomali variabel di masyarakat yang membuat kita tidak hanya sedang memikirkan skenario-skenario konvensional,” ujarnya.
Budi Arie kemudian membandingkan situasi saat ini dengan dinamika sosial-politik menjelang Reformasi 1998. Menurutnya, perubahan besar dalam sejarah politik Indonesia terkadang muncul secara tiba-tiba dan sulit diprediksi melalui perhitungan politik biasa.
Ia menilai kondisi ekonomi dan keresahan masyarakat menjadi faktor yang patut diperhatikan secara serius.
“Menurut pendapat saya terjadi yang namanya patahan sejarah. Bagaimana tahun 90-an ini tiba-tiba pemilu-pemilu berikutnya 1999 dan potensi ini bukan tak ada,” katanya.
Budi Arie menyebut potensi perubahan tersebut cukup besar apabila dikaitkan dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi yang dinilainya belum membuat masyarakat merasa bahagia.
“Sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi saat ini yang betul-betul tidak membuat masyarakat happy,” ujarnya.
Mantan Menteri Koperasi dan UKM itu menegaskan bahwa pernyataannya bukan untuk memastikan bahwa pergantian kekuasaan akan terjadi sebelum 2029. Ia mengatakan dirinya hanya ingin membuka ruang diskusi agar para pendukung pemerintah tidak hanya mempersiapkan satu skenario.
“Saya, insting aktivis saya mengatakan ini ada sesuatu yang lebih cepat dari yang kita bayangkan,” kata Budi Arie.
Karena itu, ia meminta para koleganya mulai memikirkan kemungkinan-kemungkinan lain di luar skenario politik yang selama ini dianggap normal.
“Jangan hanya sekadar berpikir dua sekian, harus ada kepikiran lain. Kalau terlambat, padahal kalah menjadi percepatan sejarah,” katanya.




