Aneh Bin Janggal Proyek Strategi Komunikasi DPR RI Selalu Dimenangkan Oleh PT. Cico Tama
Pada tahun 2025, dan 2024 Sekretariat Jenderal DPR mempunyai Proyek Strategi Komunikasi DPR. Dan pagu anggaran tahun 2024, dan tahun 2025, masing masing anggarannya sebesar Rp.10 miliar.
Hanya nama proyeknya saja yang berbeda. Pada tahun 2025, namanya proyeknya adalah Proyek Strategi Komunikasi DPR. Dan pada tahun 2024, namanya proyeknya Strategi dan Komunikasi DPR.
Menurut Kordinator Nasional GSBK (Gerakan Santri Biru Kuning) Febri Yohansyah ketika diminta pendapatnya tentang proyek Strategi dan Komunikasi DPR memang aneh bin Janggal karena yang menang tender perusahaan itu, itu saja.
Masa setiap tahun, proyek tersebut selalu dimenangkan oleh PT. Cico Tama. Seperti ada main mata antara PT. Cico Tama dengan Sekretariat Jenderal DPR, jelas Febri.
Pada tahun 2025, dan tahun 2024, pemenang tender proyek tersebut adalah PT. Cico Tama dengan harga sebesar Rp.Rp. 10.195.821.750. Dan pada tahun 2024,pemenang tetap PT. Cico Tama dengan harga sebesar Rp.10.064.175.750, lanjut Febri.
Yang patut dicurigai adalah ketika proses tender selalu didampingi perusahaan PT.Komunikasi Bersama Berkarya. Dan perusahaan ini selalu kalah, atau memang sengaja dikalahkan agar perusahaan PT. Cico Tama barangkali dapat Dimenangkan, pungkas Febri.
Perlu diketahui kegiatan Strategi Komunikasi DPR adalah, pertama Membangun pemaknaan terhadap symbol DPR RI yang bermakna positif dengan mengeavluasi pengunggahan pesan-pesan positif untuk meredam berbagai Pembangunan wacana negative di media masa baik mainstream maupun sosial.
Kedua, tersedianya data dan informasi strategis yang Dimana disusun untuk keperluan kegiatan dalam hal kontra opini dan interkonektivitas antar instansi yang terkait dengan institusi DPR RI, dan ketiga, Peningkatan profil Pimpinan DPR RI yang berkorelasi positif dengan profil institusi DPR RI.
Kemudian keempat,tersedianya informasi, data statistik pemberitaan, dan analisis dari berbagai media online, media cetak, media televisi/radio, dan media sosial untuk keperluan komunikasi strategis DPR RI, kelima, Masifnya Tingkat komunikasi yang dimaknai oleh Masyarakat secara positif terhadap institusi DPR RI termasuk dengan Pimpinan, Alat Kelengkapan Dewan, dan Anggota DPR RI. Keenam,Memotret dan meningkatkan agenda non politik dan non partai bagi kegiatan DPR RI untuk meningkatkan dukungan partisipasi politik dari isu-isu humaniora yang menarik bagi masyarakat.
Dan ketujuh, Mengupayakan naiknya angka keterlibatan disuatu wilayah/daerah terkait penayangan suatu pesan politik untuk membangun rasa simpati dan angka keterlibatan publik secara langsung meningkat, serta kedelapan, Tersedianya saluran dan media bagi Pimpinan dan Anggota DPR, Masyarakat, dan pemangku kepentingan lain yang menyediakan informasi up to date terkait kegiatan DPR RI dan
memungkinkan memberikan masukan, feed-back, dan interaksi bagi masyarakat.


