MoneyTalk, Jakarta – Baru-baru ini, politisi Nasdem, Irma Chaniago, memberikan pandangannya dalam sebuah wawancara dengan Zulfan Lindan di acara “Unparking Indonesia.” Wawancara tersebut menggali berbagai isu terkait kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan situasi politik di Indonesia saat ini. Irma menyoroti bagaimana Jokowi kerap dijadikan kambing hitam atas berbagai masalah, termasuk yang seharusnya menjadi tanggung jawab lembaga lain.
Irma mengawali perbincangan dengan menyoroti pandangan negatif sebagian kalangan terhadap Jokowi. Menurutnya, banyak tokoh publik yang senantiasa menyalahkan Jokowi, bahkan untuk hal-hal sepele.
“Bahkan orang jatuh pun, Jokowi yang salah,” ujarnya.
Ia merasa heran mengapa kritik tersebut tidak diarahkan kepada lembaga yang relevan. Seperti Kepolisian, Kejaksaan, atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Irma menekankan bahwa Jokowi telah melakukan banyak hal untuk membangun Indonesia, khususnya dalam hal infrastruktur. Namun, beberapa pihak tampaknya mengabaikan pencapaian tersebut dan fokus pada kritik yang tidak proporsional. Ia menganggap sebagian dari mereka memiliki agenda pribadi yang tidak terkait dengan kepentingan rakyat secara keseluruhan.
Sebagai contoh, Irma berbicara tentang program makan siang gratis untuk anak-anak sekolah, yang bertujuan menurunkan angka stunting. Menurutnya, program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat di daerah dengan tingkat ekonomi rendah. Ia menggarisbawahi bahwa meski program ini memiliki dampak positif, kritik tetap datang, yang menurutnya tidak adil dan tidak proporsional.
Irma mengkritisi sistem pendidikan di Indonesia yang belum sepenuhnya mendukung kebutuhan pasar tenaga kerja. Ia berpendapat bahwa pendidikan vokasi harus diperkuat agar tenaga kerja Indonesia bisa bersaing, baik di dalam maupun luar negeri.
Irma menyebut bahwa tenaga kerja Indonesia memiliki potensi besar, namun masih kurang dalam hal keterampilan. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak buruh migran Indonesia kesulitan bersaing dengan tenaga kerja dari negara lain, seperti Filipina.
Irma berharap bahwa pemerintahan selanjutnya, baik Prabowo maupun Gibran, bisa melanjutkan upaya untuk meningkatkan pendidikan vokasi. Menurutnya, hal ini tidak hanya berdampak pada kualitas tenaga kerja, tetapi juga pada devisa negara.
Irma juga berbicara tentang banyaknya pakar dan tokoh yang sibuk mengkritik pemerintah tanpa memberikan solusi konstruktif. Ia berharap bahwa tokoh-tokoh tersebut bisa lebih jernih dalam melihat realitas. Menurutnya, seharusnya mereka tidak hanya melihat dari sisi yang negatif, tetapi juga memberikan apresiasi pada hal-hal positif yang telah dilakukan.
Ia menggarisbawahi pentingnya lembaga-lembaga negara seperti DPR untuk tetap fokus pada tugasnya dalam mengawasi dan mendukung program pemerintah. Irma merasa bahwa diskusi di parlemen seharusnya lebih berfokus pada bagaimana program pemerintah dapat langsung dirasakan oleh masyarakat, daripada terjebak pada kritik yang tidak relevan.
Dalam wawancara tersebut, Irma juga berbicara tentang harapannya terhadap kepemimpinan Prabowo jika terpilih sebagai Presiden. Menurutnya, Prabowo memiliki karakter yang tegas dan pemahaman yang baik tentang apa yang dibutuhkan Indonesia saat ini. Ia berharap bahwa Prabowo akan melanjutkan program-program baik yang telah dilakukan Jokowi dan juga menghadirkan perubahan yang lebih signifikan dalam sektor-sektor yang masih membutuhkan perbaikan.
Irma juga menyampaikan bahwa ia ingin melihat sosok Menteri Kesehatan yang memiliki pola pikir “out of the box,” seperti Budi Gunadi Sadikin, yang ia anggap sebagai menteri yang berhasil membuat banyak terobosan di bidang kesehatan. Ia menekankan pentingnya penanganan masalah kesehatan secara menyeluruh, termasuk peningkatan jumlah tenaga medis dan perbaikan fasilitas kesehatan di seluruh pelosok negeri.
Wawancara Irma Chaniago ini menggambarkan pandangannya yang jernih dan kritis tentang situasi politik saat ini. Ia mengajak masyarakat dan para pemimpin untuk lebih bijak dalam memberikan kritik. Menurutnya, kritik memang penting, tetapi harus disampaikan dengan cara yang membangun dan objektif. Irma percaya bahwa jika semua pihak bisa bekerja sama dan tidak saling menyalahkan, Indonesia dapat mencapai kemajuan yang lebih besar.
Dengan adanya berbagai kritik yang tidak selalu konstruktif terhadap Presiden Jokowi, Irma berharap masyarakat dapat melihat secara objektif tentang apa yang telah dicapai oleh pemerintah. Baginya, yang terpenting adalah kesejahteraan masyarakat Indonesia, yang hanya dapat dicapai melalui kerja sama, dialog yang sehat, dan penghargaan terhadap capaian positif, sembari terus memberikan masukan yang realistis.(c@kra)




