GSBK Desak Audit Investigasi Kereta Cepat Whoosh, Curiga Ada Kebocoran Anggaran

  • Bagikan

MoneyTalk, Jakarta – Gerakan Santri Biru Kuning (GSBK) menyoroti kerugian beruntun yang dialami PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), perusahaan konsorsium BUMN yang terlibat dalam proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh.

Koordinator Nasional GSBK, Febri Yohansyah, meminta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) agar menunda langkah restrukturisasi utang PSBI. Menurutnya, hal pertama yang harus dilakukan adalah audit investigasi terhadap pembangunan infrastruktur kereta cepat.

“Sesuai laporan keuangan PT KAI, PSBI mencatatkan kerugian hingga Rp4,195 triliun pada 2024, dan kembali merugi Rp1,625 triliun sepanjang semester I 2025. Kerugian ini jelas membebani PT KAI sebagai perusahaan BUMN yang ditugaskan pemerintah,” ujar Febri, Selasa (19/8).

Febri menegaskan, audit investigasi harus melibatkan auditor negara seperti BPK atau BPKP. Tanpa langkah ini, ia khawatir kerugian terus berulang setiap tahun dan berpotensi menyeret PT KAI ke arah kebangkrutan.

“Kerugian proyek kereta cepat ini pantas dicurigai sebagai indikasi kebocoran anggaran dalam pembangunan infrastruktur dari Jakarta ke Bandung,” tambahnya.

Sebagai informasi, PT KAI merupakan pemegang saham mayoritas di PSBI dengan porsi 58,53%. Adapun pemegang saham lain adalah PT Wijaya Karya (33,36%), PT Jasa Marga (7,08%), dan PT Perkebunan Nusantara I (1,03%). PSBI sendiri memiliki 60% saham di PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), perusahaan patungan yang mengoperasikan Whoosh.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *