MoneyTalk, Jakarta – Adalah NU Online yang paling gencar memframing PBNU pecah menjadi dua, yaitu PBNU Kelompok Sultan dan PBNU Kelompok Kramat. Padahal NU Online selama ini dikenal sebagai media resmi ( official ) PBNU.
PBNU hanyalah satu. PBNU tidak pecah. Apa yang disebut PBNU adalah struktur organisasi jam’iyah Nahdlatul Ulama yang terdiri dari Syuriyah dan Tanfidziyah, serta ditambah institusi seperti Mustasyar, A’wan dan Lembaga.
Syuriah PBNU sebagai institusi tertinggi PBNU tetap dipimpin oleh Rais Aam KH. Miftahul Achyar dan 2 Wakil Rais Aam yaitu KH. Anwar Iskandar dan KH. Afifudin Muhajir. Sampai sekarang belum ada jajaran Syuriyah yang mengundurkan diri atau ada pengurus Syuriyah yang menklaiam dirinya sebagai Rais Aam Syuriah PBNU sebagai tandingan Rais Aam KH. Miftahul Achyar.
Bila ada jajaran pengurus PBNU ada yang tidak bersepakat dan menolak kepemimpinan Rais Aam Syuriyah dan 2 orang Wakil Rais Aam Syuriyah yang ada sekarang ini, maka sebaiknya mengundurkan diri dari kepengurusan PBNU.
Sedangkan pada jajaran pengurus tanfidziah, setelah adanya pemecatan Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf, sudah ditunjuk penggantinya sebagai Pj. Ketua Umum PBNU yaitu KH. Zulfa Mustofa. Sedangkan pada jajaran pengurus tanfidziyah yang lain tidak ada perubahan, selain satu kursi Wakil Ketua Umum PBNU yang kosong setelah KH. Zulfa Mustofa menjadi Pj. Ketua Umum PBNU.
Dengan demikian maka struktur PBNU hanya satu, yaitu PBNU yang dipimpin oleh Rais Aam Syuriyah PBNU KH. Miftahul Achyar dan Pj. Ketua Umum Tanfidziyah PBNU KH. Zulfa Mustofa.
Sedangkan ada sekelompok orang yang mengklaim sebagai dirinya PBNU, pertanyaannya adalah siapakah yang menjadi Rais Aam dan Wakil Rais Aam Syuriah PBNU pada kepengurusannya ?
Akan sangat aneh sekali, bahkan tidak masuk akal, bila orang yang sudah dipecat sebagai Ketua Umum PBNU masih tetap mengklaim dirinya sebagai ketua umum PBNU, tetapi kepengurusannya tidak memiliki Rais Aam dan Wakil Rais Aam Syuriyah PBNU.
Sejak kapan PBNU tidak punya Rais Aam Syuriyah PBNU ? Padahal sejak NU berdiri pada tahun 1926, Rais Aam Syuriyah PBNU adalah pemimpin tertinggi NU yang menjadi simbol kepemimpinan NU. Maka, bila sebuah struktur PBNU tidak memiliki Rais Aam Syuriyah PBNU, maka ia bukan PBNU. Silahkan baca AD / ART produk Muktamar NU dari masa ke masa tentang struktur PBNU.
Dengan demikian maka keberadaan Gus Yahya Cholil Staquf yang masih mengaku atau mengklaim dirinya sebagai Ketua Umum Tanfidziyah PBNU dengan jajaran PBNU pengikutnya, maka mereka harus dianggap sebagai sesuatu yang tidak ada. Mereka bukan PBNU. Mereka hanya sekelompok orang yang mengaku – aku sebagai PBNU.
Penulis : Purwanto M. Ali





