Ki Suro Prediksi 2026 Tahun Berat: Kuda Api, Ekonomi Stagnan hingga Potensi Gelombang Aksi Massa

  • Bagikan

MoneyTalk, Jakarta – Tokoh spiritual dan budayawan, Ki Suro atau KPHA. Prof. Dr. H. Paiman Raharjo Dwidjonegoro, M.Si, kembali menyampaikan pandangannya terkait situasi dan tantangan di tahun 2026. Prediksi tersebut disampaikan Ki Suro kepada awak media pada Senin, 5 Januari 2026.

Menurut Ki Suro, berdasarkan kalender Tionghoa, tahun 2026 merupakan Tahun Kuda Api. Tahun ini, kata dia, identik dengan karakter panas, keras, sulit, serta sarat dengan guncangan di berbagai aspek kehidupan. Kondisi tersebut diyakini akan memengaruhi dinamika sosial, ekonomi, hingga politik, baik di tingkat nasional maupun global.

Saat ditanya mengenai shio dan zodiak yang diprediksi memiliki keberuntungan di tahun 2026, Ki Suro menjelaskan bahwa beberapa shio yang dianggap cukup hoki di Tahun Kuda Api adalah shio Kambing, Harimau, Anjing, dan Ular. Sementara itu, untuk zodiak, keberuntungan diperkirakan menaungi Cancer, Leo, dan Aries.

Meski demikian, Ki Suro menegaskan bahwa prediksi tersebut bukanlah sesuatu yang mutlak. Ia mengingatkan bahwa ramalan shio dan zodiak hanyalah perkiraan para ahli astrologi atau peramal. “Semua kembali kepada kekuasaan dan ridho Allah SWT serta ketekunan manusia itu sendiri dalam menjemput keberuntungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberuntungan sejatinya dapat diraih melalui kerja keras, menanam kebaikan, serta memperbanyak doa. Oleh karena itu, Ki Suro menilai bahwa meskipun ada shio atau zodiak tertentu yang diprediksi beruntung, bukan berarti shio atau zodiak lainnya akan tertutup dari rezeki dan keberhasilan. “Semua tergantung pada usaha manusia, amal kebaikan yang ditanam, dan doa yang dipanjatkan kepada Tuhan,” katanya.

Lebih jauh, Ki Suro memprediksi bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun yang cukup berat bagi bangsa Indonesia. Ia menyoroti pertumbuhan ekonomi yang cenderung stagnan, meningkatnya potensi bencana alam di berbagai daerah, serta lemahnya penegakan aturan. Bahkan, menurutnya, pemerintah dinilai lebih condong melindungi koruptor dan para perusak lingkungan, sementara banyak regulasi yang tidak dijalankan secara konsisten.

Terkait potensi gejolak sosial, Ki Suro memperkirakan akan ada unjuk rasa dari masyarakat, namun dalam skala kecil dan masih terkendali. Ia mengingatkan bahwa menjelang akhir tahun 2026, perlu diwaspadai kemungkinan munculnya gelombang demonstrasi dengan kekuatan yang lebih besar.

“Yang terpenting di tahun 2026 ini adalah memperbanyak kesabaran, tidak mudah terpancing provokasi, dan terus mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa,” pesan Ki Suro. Ia optimistis, dengan sikap tersebut, berbagai kesulitan yang dihadapi bangsa Indonesia dapat diatasi.

“Insya Allah, jika kita bersabar dan tetap berpegang pada nilai-nilai kebaikan, semua tantangan bisa dilewati,” tutup Ki Suro mengakhiri perbincangan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *