Beathor Suryadi: Jokowi Makin Gebleg

  • Bagikan

MoneyTalk, Jakarta – Politikus senior PDIP, Beathor Suryadi, kembali melontarkan pernyataan tajam terkait keaslian ijazah mantan Presiden Joko Widodo. Ia menyebut bahwa ijazah yang selama ini digunakan Jokowi diduga kuat berasal dari “pasar pojok Pramuka”, bukan dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Joko Widodo semakin gebleg… Apa pun upayanya, itu tetap ijazah palsu,” kata Beathor, Jumat (27/7/2025).

Menurutnya, klaim Jokowi yang mengaku lulus dari UGM tahun 1985 tak pernah diperkuat dengan keterbukaan dokumen resmi yang meyakinkan. Beathor menyebut, pada saat Jokowi mengikuti Pilkada Solo 2005 dan 2010, tak pernah tercantum nama UGM sebagai almamater dalam berkas pencalonannya.

“Sepuluh tahun jadi Wali Kota, dokumen yang ditampilkan hanya mencantumkan gelar Drs. dan Insinyur, tanpa asal-usul kampus. Tidak ada publik ekspose, bahkan KPUD Solo pun tak melakukan berita acara verifikasi,” lanjutnya.

Beathor mengklaim, baru pada Pilkada DKI Jakarta 2012, Jokowi mencantumkan UGM sebagai almamaternya. Namun, saat itu pun KPUD DKI tak melakukan verifikasi ke Fakultas Kehutanan UGM.

Ia menuding bahwa ijazah yang dibawa Jokowi saat itu berasal dari penyedia ijazah palsu dari pasar pojok Pramuka, Jakarta.

“Sudah 40 tahun katanya punya ijazah, tapi tidak pernah berani menunjukkan ke publik karena Jokowi sadar itu palsu. Mungkin saat ini ia berani karena dokumen dari pasar Pramuka itu sudah ‘masuk’ sebagai arsip UGM,” tegasnya.

Beathor pun mempertanyakan integritas lembaga negara yang selama ini tak pernah secara terbuka mengaudit atau membuktikan keaslian ijazah tersebut, apalagi mengingat Jokowi telah menduduki jabatan tertinggi di negeri ini selama dua periode.

“Saya ucapkan Salam Juang untuk mereka yang terus mengawal kebenaran. Rakyat berhak tahu siapa sebenarnya pemimpin yang telah memimpin mereka selama ini,” tutupnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *