MoneyTalk, Jakarta – Koordinator Kajian Politik Merah Putih, Sutoyo Abadi, menyampaikan pandangannya mengenai kondisi kepemimpinan nasional saat ini. Ia menilai, bangsa Indonesia tengah berada di persimpangan jalan yang berisiko membawa negara ke arah yang tidak diinginkan jika tidak segera diatasi dengan kepemimpinan yang tegas dan realistis.
Menurut Sutoyo, situasi saat ini mencerminkan “alam paradoks” di mana tindakan dan retorika yang berlebihan justru berbalik tidak efektif. Ia mencontohkan, pidato yang terlalu sering disampaikan dengan semangat membara, justru dapat kehilangan daya tarik di mata rakyat.
“Semakin berusaha mengendalikan segalanya, justru segalanya semakin tidak terkendali. Merasa paling benar dan berkuasa, bisa membuat pemimpin tersesat dan kehilangan arah, apalagi jika enggan mendengar penderitaan rakyat,” ujarnya, Rabu (13/8/2025).
Sutoyo menilai, pemimpin yang tidak mampu membedakan antara realitas kondisi bangsa dengan harapan yang terlalu jauh dari kenyataan berisiko membuat kebijakan yang tidak tepat sasaran. Ia menyebut, tujuan Indonesia Emas tidak akan tercapai jika pembangunan hanya berhenti pada wacana tanpa perencanaan yang matang.
“Negara membutuhkan sosok pemimpin yang tegas, cerdas, taktis, terencana, dan terstruktur, dengan tujuan yang sejalan dengan Pembukaan UUD 1945. Hanya dengan kepemimpinan yang waras dan berpijak pada realitas, Indonesia dapat mencapai kemakmuran, kesejahteraan, dan kejayaan sejati,” tegasnya.
Sutoyo menambahkan, keberhasilan pembangunan membutuhkan capaian yang terukur, bukan sekadar harapan tanpa implementasi nyata. “Kemenangan sejati hanya bisa diraih oleh pemimpin yang mampu berpikir jernih dan bertindak nyata demi rakyat,” pungkasnya.





