Perang Iran Bisa Bikin AS Sempoyongan, Sutoyo Abadi: Trump Kalang Kabut Hadapi “Kutukan” Kissinger dan Eisenhower

  • Bagikan
Pengamat politik dan sosial Sutoyo Abadi

MoneyTalk, Jakarta – Pengamat politik dan sosial Sutoyo Abadi menilai konflik berkepanjangan antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi menjadi bumerang besar bagi Washington sendiri. Menurutnya, perang bukan sekadar pertarungan militer, melainkan juga permainan ekonomi, energi, dan kepentingan korporasi global.

Dalam rilisnya, Kamis (21/5/2026), Sutoyo Abadi mengutip pernyataan tokoh diplomasi Amerika Serikat, Henry Kissinger, yang pernah mengatakan: “He who controls the oil controls the world; he who controls the food controls the people.”

Artinya, siapa yang mengendalikan minyak akan mengendalikan dunia, dan siapa yang mengendalikan pangan akan mengendalikan rakyat.

Sutoyo juga mengutip pernyataan lain dari Kissinger bahwa mengendalikan minyak merupakan cara untuk mengendalikan negara-negara. Sementara itu, Presiden AS era Perang Dunia II, Dwight D. Eisenhower, pernah menyebut perang sebagai bisnis besar yang sangat menguntungkan.

Menurut Sutoyo, hubungan antara industri perang, kepentingan energi, dan korporasi global telah melahirkan insentif finansial yang membuat konflik internasional menjadi komoditas bisnis bernilai tinggi.

“Hal ini terlihat dari keterlibatan AS secara langsung dalam berbagai konflik untuk menguasai minyak di Timur Tengah, serta penggunaan embargo ekonomi dan blokade energi sebagai senjata politik luar negeri,” ujar Sutoyo Abadi.

Ia menilai Iran justru memainkan strategi berbeda dengan membiarkan tensi perang berlangsung cukup lama. Menurutnya, bila Iran mampu mempertahankan konflik dalam durasi panjang, maka tekanan fiskal Amerika Serikat akan semakin berat.

“Kecerdikan Iran menginginkan perang cukup lama. Kalau Iran bisa memainkan perang cukup lama, dari sinilah AS akan sempoyongan karena hitungan fiskalnya akan jatuh,” katanya.

Sutoyo menambahkan, saat ini mulai muncul pertarungan politik di internal AS terkait dampak ekonomi perang terhadap kepentingan domestik Amerika. Ia menyebut ketegangan antara Senat AS dengan Presiden Donald Trump semakin terlihat akibat kekhawatiran perang dengan Iran akan membawa kerugian ekonomi nyata.

“Trump kalang kabut untuk mengikuti dan membuktikan legenda teori Henry Kissinger dan Eisenhower,” tandasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *