MoneyTalk, Jakarta – Pemerhati politik dan kebangsaan M Rizal Fadillah melontarkan kritik keras terhadap Rosario de Marshall alias Hercules dan organisasi GRIB Jaya. Dalam pernyataannya yang dirilis di Bandung, Jumat (22/5/2026), Rizal menilai tindakan Hercules sudah mengarah pada aksi teror dan premanisme yang tidak boleh dibiarkan tumbuh di Indonesia.
Menurut Rizal, perilaku Hercules dalam polemik yang menyeret nama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan tokoh reformasi Amien Rais menunjukkan watak kekuasaan yang berbahaya.
Rizal mengawali tulisannya dengan mengaitkan sosok Hercules dengan tokoh mitologi Yunani Herakles atau Hercules yang disebut berakhir tragis akibat kesombongan dan racun yang menghancurkan dirinya sendiri.
“Jabatan dan kedekatan dengan kekuasaan adalah jubah sedangkan kesombongan dan merasa hebat atau jagoan merupakan racun,” tulis Rizal.
Ia menyoroti insiden yang disebut melibatkan putri Ahmad Bahar, yakni Ilma Sani Fitriana. Rizal menyebut peristiwa tersebut bermula dari polemik terkait tudingan yang disampaikan Amien Rais mengenai Teddy Indra Wijaya.
Menurut Rizal, Ilma mendapat tekanan dan intimidasi dari sejumlah anggota GRIB. Ia juga menyinggung dugaan tindakan Hercules yang disebut mengeluarkan pistol dan melakukan ancaman verbal.
“Perlakuan Hercules dan anak buahnya dinilai oleh LBH AP PP Muhammadiyah beserta Ormas Islam lainnya sebagai perbuatan teror di luar batas kemanusiaan,” ujarnya.
Rizal mengatakan pihak keluarga bersama tim advokasi dari sejumlah organisasi masyarakat akan membawa kasus tersebut ke jalur hukum. Selain ke Kepolisian, pengaduan juga disebut akan disampaikan ke Komnas HAM dan Komnas Perempuan.
Ia menegaskan bahwa tindakan yang diduga dilakukan Hercules tidak hanya berkaitan dengan pelanggaran HAM, tetapi juga mengandung unsur pidana.
“Hercules layak untuk diproses hukum,” tegasnya.
Dalam pernyataannya, Rizal juga meminta Presiden Prabowo Subianto tidak memberikan perlindungan terhadap Hercules karena kedekatan personal keduanya kerap menjadi sorotan publik.
Rizal bahkan membandingkan keberadaan GRIB dengan pembubaran Front Pembela Islam beberapa tahun lalu. Ia menilai apabila alasan pembubaran FPI dahulu dikaitkan dengan kekerasan, maka tindakan premanisme yang dituduhkan kepada GRIB juga harus ditindak tegas.
“GRIB mesti dibubarkan,” kata Rizal.
Di akhir pernyataannya, Rizal menilai tindakan Hercules justru menjadi “bunuh diri politik” bagi dirinya sendiri.
“Hercules dengan pistolnya itu telah bunuh diri. Sulit mencari pilihan lain selain Hercules dihukum dan GRIB dibubarkan. Negara hukum harus membuktikan konsistensi dan kemandirian atas dirinya,” tutup Rizal Fadillah





