MoneyTalk, Jakarta – Barito Renewable Energy, yang sebelumnya dikenal sebagai Barito Cahaya Nusantara, telah menjadi perhatian publik setelah mengubah fokus bisnisnya pada 2023 untuk beralih sepenuhnya ke sektor energi terbarukan.
Sebagai bagian dari grup Barito Pacific, perusahaan ini kini menjadi perusahaan holding dengan ambisi besar untuk menyediakan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Dalam sebuah video di kanal YouTube Kamis (10/10), Benix menyampaikan analisisnya mengenai potensi investasi dalam perusahaan ini, termasuk peluang dan risiko yang mungkin dihadapi oleh investor di masa depan.
Didirikan pada 5 Februari 2018, Barito Renewable Energy awalnya bergerak dalam berbagai sektor, mulai dari perdagangan hingga jasa. Namun, pada tahun 2023, perusahaan ini melakukan reorientasi fokus bisnisnya menjadi energi terbarukan. Perubahan ini sejalan dengan visi Indonesia menuju net zero emission.
Salah satu anak perusahaan utama yang mendukung visi ini adalah Star Energy Geothermal, yang memproduksi tenaga listrik dari panas bumi dengan kapasitas terpasang sebesar 886 MW. Hal ini menjadikan perusahaan sebagai salah satu pemain terbesar di pasar energi terbarukan di Indonesia.
Dalam videonya, Benix memaparkan bahwa perusahaan ini tidak hanya menawarkan potensi untuk memperoleh profit jangka pendek, tetapi juga mengusung visi jangka panjang untuk menciptakan energi bersih yang berkelanjutan. Ini adalah strategi yang sejalan dengan tren global yang bergerak menuju energi hijau dan penurunan emisi karbon.
Barito Renewable Energy berpotensi menjadi salah satu pionir dalam menyediakan energi ramah lingkungan di Indonesia. Dengan target ambisius untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, perusahaan ini berusaha memberikan dampak positif bagi lingkungan.
Benix mengungkapkan bahwa ketertarikan investor asing, seperti BlackRock, terhadap saham Barito Renewable Energy semakin tinggi. Pada 2024, perusahaan ini bahkan diprediksi oleh CNBC Indonesia untuk menjadi emiten dengan kapitalisasi pasar tertinggi di Indonesia, melampaui Bank BCA.
Tingginya minat investor asing memberikan sinyal bahwa Barito Renewable Energy memiliki prospek yang menjanjikan. Menurut Benix, para investor asing menyiapkan dana hingga 1,4 triliun rupiah untuk membeli saham perusahaan ini, yang menegaskan potensi pertumbuhan dan kepercayaan yang tinggi terhadap sektor energi terbarukan.
Meskipun Benix mengakui potensi bisnis hijau yang dibawa oleh Barito Renewable Energy, ia juga menyoroti beberapa risiko investasi. Dengan market cap yang mencapai 900 triliun rupiah dan aset sekitar 60 triliun rupiah, ia mempertanyakan apakah harga saham yang diperdagangkan saat ini sepadan dengan nilai intrinsik perusahaan. Dalam perspektif Benix, valuasi yang tinggi dapat mencerminkan potensi risiko, terutama jika terjadi koreksi pasar atau ketidakpastian ekonomi global.
Benix menekankan pentingnya memahami fundamental bisnis dan valuasi saham sebelum berinvestasi. Ia menyebut bahwa harga saham yang saat ini berada di sekitar 6.000 rupiah mungkin tidak mencerminkan nilai intrinsik sebenarnya dari perusahaan. Menurut Benix, penurunan harga saham menjadi 3.000 rupiah adalah skenario yang mungkin terjadi, terutama jika harga saham saat ini tidak sejalan dengan kinerja keuangan perusahaan.
Benix mengingatkan bahwa investasi dalam saham tidak hanya tentang harga yang terlihat murah atau mahal. Ia menyarankan agar para investor mempelajari laporan keuangan dan nilai intrinsik perusahaan untuk memastikan bahwa investasi mereka memiliki dasar yang kuat. Dengan valuasi pasar yang tinggi, ia memprediksi bahwa Barito Renewable Energy mungkin menghadapi volatilitas harga saham yang cukup besar dalam jangka pendek.
Dalam narasinya, Benix membahas strategi investasi yang bijak, yaitu menunggu harga yang lebih rendah sebelum membeli saham. Menurutnya, harga 6.000 rupiah saat ini bisa saja terlalu tinggi jika dibandingkan dengan prospek keuntungan dan nilai aset perusahaan. Benix menyarankan untuk menawar harga saham hingga 3.000 rupiah, sebagai langkah untuk menghindari potensi kerugian.
Barito Renewable Energy merupakan salah satu perusahaan dengan visi yang kuat dalam mengembangkan energi terbarukan di Indonesia. Perusahaan ini memiliki potensi untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan, sejalan dengan target Indonesia menuju net zero emission. Namun, sebagaimana diungkapkan oleh Benix, investor harus bijak dalam mengevaluasi valuasi dan fundamental perusahaan sebelum berinvestasi.
Dengan berbagai faktor yang mempengaruhi pergerakan harga saham, Benix mengingatkan pentingnya strategi jangka panjang dan kesabaran dalam mengelola portofolio investasi. Bagi mereka yang tertarik untuk berinvestasi dalam sektor energi terbarukan, Barito Renewable Energy menawarkan prospek yang menarik, namun tetap harus diiringi dengan analisis dan strategi yang tepat.(c@kra)





