GP Pilih KH. Dr. As’ad Said Ali atau KH. Nasaruddin Umar

  • Bagikan

Jakarta, MoneyTalk – Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengumumkan Gubernur Jawa Tengah,GP (Ganjar Pranowo) sebagai calon presiden (Capres) yang digelar di Istana Batutulis, Bogor, Jawa Barat. Dimana ini membuat rakyat semakin percaya bahwa GP adalah the next jokowi dan dinanti banyak orang.

GP sendiri setelah ditetapkan sebagai kandidat capres oleh PDIP, langsung melakukan konsolidasi ke daerah-daerah dan sekaligus meminta masukan kepada para tokoh-tokoh siapa nanti yang layak menjadi cawapresnya dan akan menjadi pembahasan penting bagi elit PDIP.

Statement GP yang ada di media sosial mengungkapkan kriteria cawapresnya yang adalah Kriterianya ya sevisi misi, seideologi, bisa diajak kerjasama dari seluruh agenda persoalan bangsa. Dan sosok yang bisa bekerja sama, harus dekat dengan rakyat, serta tidak membawa isu-isu yang kemudian akan menyakiti kelompok lain yang ada di Indonesia.

Jika ditarik dari statement GP, bahwa sosok cawapres yang inginkannya adalah sosok yang humanis dan bisa diterima dikalangan luas. Adapun sosok yang bisa diterima kalangan luas yaitu KH. Nasaruddin Umar yang hari ini beliau Imam Besar Masjid Istiqlal dan sebagai salah satu anggota Rais Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmat 2022 hingga 2027.

Selain itu, ada juga tokoh NU kharismatik, yang sangat cocok sekali mendampangi GP. Dan Tokoh ini sangat dihormati di kalangan rakyat bawah maupun kyai NU. Dia adalah KH. Dr. As’ad Said Ali. Dimana Beliau juga pernah menjabat Wakil Ketua Umum PBNU Periode 2010-2015. Dan saat ini juga menjabat Mustasyar PBNU periode 2022-2027.

Munculnya Tokoh – tokoh NU ini, membuat
Legislator PDIP Deddy Yevri Sitorus ikut angkat suara soal syarat bakal calon wakil presiden pendamping GP harus dari kalangan NU. Kedua tokoh ini, dianggap kader terbaik Nahdliyin yang hari ini sangat layak mendampingi GP.

Dan pernyataan Legislator PDIP Deddy Yevri Sitorus ini menunjukkan bahwa perjalanan PDIP dengan NU selalu sangat bersahabat, dan mesra serta sudah terbangun sejak era reformasi sampai sekarang.

Kemudian pertimbangan lain, dimana GP harus memilih KH. Dr. As’ad Said Ali atau KH. Nasaruddin Umar adalah, karena NU mempunyai Basis rakyat nahdliyin yang sangat jelas. Ada sekitar atau kurang lebih 108 juta jiwa basis NU yang akan mendukung capres atau cawapres, asal berasal dari tokoh – Tokoh NU.

Makanya saat ini, semua para capres melirik cawapres harus berasal dari kalangan nahdliyin agar bisa mendulang suara, dan bisa memenangkan pertarungan di pilpres 2024 nanti.

Dan kalau nanti PDI P, atau GP tidak memilih KH. Dr. As’ad Said Ali atau KH. Nasaruddin Umar, untuk mendampangi GP, maka tokoh – tokoh NU akan mau menjadi calon Wakil Presiden Anies Baswedan.

Agung Zulianto
Direktur Indonesia Berdikari

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *