BPJS Ketenagakerjaan Dapat Apa? Suku Bunga Deposito Rendah Tetap Dilanjutkan

  • Bagikan
BPJS Ketenagakerjaan Dapat Apa? Suku Bunga Deposito Rendah Tetap Dilanjutkan
BPJS Ketenagakerjaan Dapat Apa? Suku Bunga Deposito Rendah Tetap Dilanjutkan

MoneyTalk, Jakarta – BPJS Ketenagakerjaan menolak permintaan BPK mengenai data atau sekedar minta penjelasan mengenai proses negosiasi ulang atas perpanjangan penempatan deposito rincian per bilyet pada periode 1 Januari 2021 – 30 Juni 2022.

Permintaan penjelasan BPK ini melalui surat tertulis nomor 31/ BPJSTK.Terinci/12/2022 tanggal 6 Desember 2022 yang berkaitan dengan rate atas transaksi harian penempatan deposito antara pihak bank dan Direktorat Pengembangan Investasi berupa tangkapan layar atau screenshoot WA dan file rekaman suara IPC selama periode tahun 2021 sampai tahun 2022.

“Namun, BPJS Ketenagakerjaan sepertinya ketakutan memberikan data atau penjelasan BPK tersebut,” kata Koordinator Nasional GSBK (Gerakan Santri Biru Kuning), Febri Yohansyah.

“Sebagai Auditor Negara, BPK wajar ingin tahu atau mencurigai kepentingan BPJS Ketenagakerjaan dalam perpanjangan deposito 39 bilyet sebesar Rp1.793.545.000.000,00 yang memiliki rate di bawah 6,25%,” lanjutnya.

Sebelumnya, BPJS Ketenagakerjaan menempatkan dan memperpanjang deposito 39 bilyet. Pertama di Bank Jabar Banten Cabang Jakarta. Nilai deposito sebesar Rp128.600.000.000 dengan suku bunga 5,00 persen.

Kemudian yang kedua di Bank Jabar Banten Cabang Suci dengan nilai deposito sebesar Rp.216.800.000.000 dengan bunga 5.00 persen. Selanjutnya yang ketiga di Bank Jabar Banten Cabang Utama Bandung. Nilai deposito sebesar Rp288.334.000.000 dengan suku bunga 5.00 persen.

Keempat di Bank BNI Cabang Plaza BP Jamsostek dengan nilai Deposito sebesar Rp391.764.000.000 suku bunga 3,50 persen. Kelima di BRI Kantor Cabang Khusus dengan deposito sebesar Rp.755.232.000.000 suku bunga 3,75 persen. Keenam di Mandiri Gd Jamsostek Qq Cut Meutia L dengan deposito sebesar Rp12.815.000.000 suku bunga 3,50 persen.

“Rendah suku bunga deposito di enam bank tersebut, tapi BPJS Ketenagakerjaan tetap memperpanjang. Ini pantes untuk dicurigai adanya dugaan kongkalingkong antara enam bank dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan,” jelas Febri.

“Padahal pada bulan Januari 2021, ada tiga bank yang menawarkan suku bunga tinggi, tapi kenapa pihak BPJS Ketenagakerjaan menolak? Salah satu bank tersebut adalah Bank Kalsel yang mengirimkan surat untuk penawaran penempatan deposito dengan rate 6,25% dengan Nomor 484/Dhl-DNA/KP/2021 tanggal 18 Januari 2021 dan diterima oleh Bidang Pendapatan BPJS Ketenagakerjaan,” tutup Febri. ***

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *