Bangun Sutoto Sindir Ijazah Jokowi: Tanya Saja ke Orangutan di Fakultas Kehutanan UGM

  • Bagikan
Runtuhnya Mitos Kependekaran Politik Jokowi
Runtuhnya Mitos Kependekaran Politik Jokowi

MoneyTalk, Jakarta – Sindiran tajam kembali dilontarkan oleh Bangun Sutoto, alumnus FISIPOL UGM sekaligus pengamat social intelligence dan Koordinator Relagama Bergerak, terkait polemik ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kini sedang dalam sorotan.

Dalam catatan reflektif yang ditulisnya saat berada di dalam kereta jurusan Yogyakarta–Surakarta, Bangun mengawali pernyataannya dengan sebuah istilah yang cukup mencolok: “sableng”. Ia merujuk pada kata itu sebagai simbol dari kegilaan yang penuh humor, menyerupai tokoh legendaris Wiro Sableng dengan kapak saktinya.

Namun, lelucon itu segera berubah nada menjadi kritik serius. Bangun menyebut bahwa hari ini, Sabtu pagi yang ramai, jutaan mata tertuju pada acara reuni alumni Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980—fakultas tempat Joko Widodo diklaim menyelesaikan studi S1-nya.

Ia menyinggung penyitaan ijazah SD hingga S1 milik Jokowi oleh pihak kepolisian di Mapolresta Surakarta pada Rabu, 23 Juli 2025 lalu. “Ijazah itu bukti sah dan otentik seseorang telah memenuhi syarat kelulusan dari institusi pendidikan. Yang berhak menilai keasliannya adalah sekolah atau institusi itu sendiri, karena mereka yang mengeluarkannya,” tegas Bangun, Sabtu (26/7/2025).

Dengan nada satir, ia mempertanyakan mengapa polisi yang memegang bukti tersebut, jika tidak ada indikasi bahwa ijazah itu merupakan hasil dari tindakan tidak jujur.

“Kenapa ijazah Joko Widodo disita polisi untuk barang bukti? Patut diduga kuat ijazahnya hasil kejahatan atau ketidakjujuran,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, Bangun menutup pernyataannya dengan sindiran khas: “Lalu, siapa yang tidak jujur? Jangan tanya saya! Tanyakan kepada orang utan yang ada di hutan dekat Fakultas Kehutanan UGM sana.”

Ia menyatakan pernyataan tersebut dalam catatan petangnya yang ditulis dari dalam kereta, di antara perjalanan Yogyakarta menuju Surakarta.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *