Datangi “Tembok Ratapan Solo”, Muslim Arbi Sebut Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Kini Jadi “Termul”

  • Bagikan

MoneyTalk, Jakarta – Pengamat politik dan hukum, Muslim Arbi, melontarkan kritik tajam terhadap langkah Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis yang sebelumnya menjadi tersangka dalam polemik dugaan ijazah mantan Presiden Joko Widodo.

Muslim menilai, setelah keduanya mendatangi apa yang disebut sebagai “Tembok Ratapan Solo” dan kemudian memperoleh penyelesaian melalui mekanisme restorative justice, posisi politik dan sikap mereka patut dipertanyakan.

“Istilahnya sekarang jadi ‘Termul’,” kata Muslim Arbi dalam keterangannya, Selasa (24/2/2026).

Istilah “Termul” yang dimaksud Muslim merupakan singkatan dari “Ternak Mulyono”, sebutan yang kerap digunakan sebagian kalangan untuk menyindir pihak-pihak yang dinilai berbalik mendukung atau melunak terhadap Jokowi. Mulyono sendiri diketahui merupakan nama kecil Jokowi.

Sebelumnya, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis sempat berstatus tersangka dalam kasus yang berkaitan dengan tudingan ijazah Jokowi. Namun, perkara tersebut berujung pada penyelesaian melalui restorative justice.

Menurut Muslim, langkah damai tersebut memunculkan persepsi publik bahwa ada perubahan sikap signifikan dari pihak yang sebelumnya vokal mengkritik.

“Publik bisa menilai sendiri. Dulu keras menggugat, sekarang selesai lewat restorative justice. Ini tentu memunculkan tafsir politik,” ujarnya.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Eggi Sudjana maupun Damai Hari Lubis yang menanggapi langsung label “Termul” yang disematkan kepada mereka.

Kasus ini kembali memantik perdebatan di ruang publik, terutama di media sosial, terkait konsistensi sikap para tokoh dalam isu-isu politik sensitif. Sebagian warganet menilai penyelesaian hukum melalui restorative justice merupakan langkah yang sah dan sesuai aturan, sementara lainnya memandang ada dimensi politis yang lebih luas di baliknya.

Perkembangan polemik ini menunjukkan bahwa dinamika politik nasional masih terus bergerak, bahkan setelah berakhirnya masa jabatan Presiden Jokowi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *