MoneyTalk, Jakarta – Pernyataan mengejutkan datang dari Mardigu Wowiek lewat kanal YouTube-nya, Minggu (14/09). Ia menegaskan bahwa lengsernya Sri Mulyani bukan sekadar reshuffle kabinet, tapi “kudeta ekonomi” yang menandai pergeseran poros Indonesia dari Barat ke Timur.
“Selama 20 tahun Menkeu kita jadi kepanjangan tangan Washington. Dia sendiri bingung, patriot atau agen Amerika? Faktanya, ia jalankan agenda IMF dan World Bank: jaga dolar, pajak ketat, defisit rapih. Itu agenda Amerika, bukan agenda bangsa,” kata Mardigu.
Menurutnya, Prabowo Subianto kini tampil sebagai “harimau tua” yang pulang dari Beijing dan Moskow membawa restu perubahan besar. “Prabowo dapat sinyal: silakan, buang dulu penjaga IMF itu. Dan Sri Mulyani pun lengser,” tegasnya.
Mardigu menyebut langkah ini adalah awal dari pergeseran ideologi ekonomi: Dari austerity ke sovereign spending.Dari defisit ketat ke investasi masif.Dari barat ke Timur
“Target pertumbuhan 8% bukan lagi slogan. Kredit murah dari Tiongkok akan mengalir deras. Tapi siap-siap, sembilan naga baru akan lahir, bukan dari Harvard Club, tapi dari mereka yang pandai merapat ke Tiongkok dan Rusia,” ujarnya pedas.
Mardigu menegaskan: “Kita tidak sedang membenci Sri Mulyani. Kita hanya sedang membaca perubahan zaman. Ini kudeta ekonomi. Peace.





