Ahmad Khozinudin Tantang Jokowi Buktikan Tuduhan ‘Orang Besar’ di Balik Kasus Ijazah Palsu

  • Bagikan

MoneyTalk, Jakarta – Polemik kasus dugaan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memanas setelah pernyataan terbaru Jokowi yang menuding adanya “orang besar” dan operasi politik di balik berlarut-larutnya isu tersebut. Pernyataan itu disampaikan dalam dialog bersama Prisca Klarisca, sebagaimana diberitakan Kompas pada 10 Desember 2025.

Advokat sekaligus Koordinator Non Litigasi Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Akademisi dan Aktivis, Ahmad Khozinudin, menilai Jokowi justru harus membuktikan tuduhan tersebut. Menurutnya, logika yang selama ini dipakai Jokowi bahwa siapa yang menuduh wajib membuktikan kini harus kembali ke Jokowi sendiri.

“Jika Jokowi menuduh ada operasi politik dan orang besar, maka Jokowi yang harus membuktikannya,” tegas Khozinudin kepada wartawan, Jumat (12/12/2025).

Sebelumnya, Jokowi menyebut lamanya isu ijazah palsu bergulir selama lebih dari empat tahun menjadi tanda bahwa ada aktor politik berkepentingan di baliknya. Namun Partai Demokrat—yang selama ini kerap dituding sebagai pihak yang menggoreng isu telah berkali-kali membantah. Sekjen Partai Demokrat, Herman Khaeron, bahkan meminta agar media menanyakan langsung kepada Jokowi mengenai tuduhan tersebut.

Khozinudin menilai publik kini memakai logika yang sama dengan logika Jokowi: jika menuduh, harus membuktikan. Ia juga menyebut pihak-pihak yang selama ini mengungkap dugaan kejanggalan ijazah Jokowi seperti Roy Suryo dan Rismon Sianipar telah menyertakan bukti serta analisis dalam buku Jokowi’s White Paper.

Nama akademisi Universitas Negeri Jakarta, Prof. Ciek Julyati Hisyam, juga kembali mengemuka karena pernah menyatakan secara terbuka bahwa ijazah S1 Jokowi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) tidak autentik. Menurut Khozinudin, keengganan Jokowi memperlihatkan ijazah secara terbuka kepada publik memperkuat keraguan.

“Kalau asli, tunjukkan saja ke publik. Kenapa hanya ditunjukkan ke pengacara atau media tertentu secara terbatas?” ujarnya.

Khozinudin menilai tindakan itu justru memperkuat dugaan publik tentang ketidakjujuran Jokowi. Ia juga menyatakan pesimistis bahwa Jokowi akan mampu membuktikan tuduhan mengenai adanya “orang besar” di balik isu ijazah palsu.

“Karena Jokowi terkenal pembohong, maka sampai kiamat kurang seminggu pun ia tidak akan mampu membuktikan tuduhannya,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *