Roy Suryo Serang Penyebar Hoaks: Narasi Rp50 M Disebut Fitnah Terstruktur

  • Bagikan

MoneyTalk, Jakarta – Pakar telematika Roy Suryo kembali melontarkan pernyataan keras terkait polemik dugaan aliran dana Rp50 miliar yang belakangan ramai diperbincangkan di ruang publik.

Dalam keterangan tertulisnya, Roy Suryo menegaskan bahwa tuduhan tersebut terbukti tidak berdasar setelah muncul klarifikasi langsung dari sosok yang disebut sebagai “Omon” dalam sejumlah tayangan wawancara di kanal YouTube.

Menurut Roy, dalam salah satu wawancara yang tayang di kanal Cumicumi, sosok tersebut secara tegas membantah tuduhan penerimaan dana Rp50 miliar.

“Terkait dengan tuduhan uang 50 miliar, coba tunjukkan. Nol rupiah kok,” ujar sosok tersebut seperti dikutip Roy, Jumat (3/4/2026).

Roy Suryo menilai pernyataan itu menjadi bukti bahwa isu dana Rp50 miliar hanyalah hoaks yang sengaja dibangun dan disebarkan oleh pihak-pihak tertentu melalui berbagai kanal digital.

Ia juga menyebut adanya pola penyebaran informasi yang memanfaatkan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), video lama, hingga pencatutan tokoh nasional dan presenter media.

Beberapa nama presenter televisi bahkan disebut ikut dicatut dalam narasi tersebut, meskipun tanpa konfirmasi resmi.

Selain itu, Roy turut menyoroti sejumlah kanal YouTube yang dinilai ikut mengamplifikasi isu tersebut. Ia menyebut beberapa di antaranya telah menyebarkan misinformasi, clickbait ekstrem, hingga ujaran kebencian.

Roy bahkan mengapresiasi langkah penutupan salah satu kanal yang dianggap melanggar, dan mendorong tindakan serupa terhadap kanal lain yang dinilai menyebarkan hoaks.

Dalam pernyataannya, Roy juga mengutip penjelasan kuasa hukum sosok tersebut, yang menegaskan bahwa berbagai narasi yang beredar di publik bukan berasal dari pihak mereka.

Hal ini, menurut Roy, semakin menguatkan dugaan bahwa telah terjadi distorsi informasi secara masif.

Roy juga menyinggung soal buku yang disebut sebagai “Jokowi’s White Paper (JWP)”. Ia menegaskan bahwa isi buku tersebut merupakan karya independen para penulisnya dan tidak bisa diintervensi satu sama lain.

Ia mengklaim bahwa pernyataan dari sosok “Omon” justru memperkuat posisi para penulis yang selama ini mengaku bekerja secara mandiri.

Di akhir pernyataannya, Roy Suryo menegaskan bahwa polemik ini harus dilihat secara objektif dan berbasis fakta, bukan asumsi atau narasi yang dibangun tanpa bukti.

Ia juga menyatakan akan tetap konsisten bersama sejumlah pihak untuk mengawal isu yang mereka yakini sebagai bagian dari upaya membuka kebenaran di ruang publik.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *