MoneyTalk.id, Jakarta – Peta politik menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai menunjukkan dinamika baru. Dua lembaga survei nasional, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dan Indikator Politik Indonesia, sama-sama mencatat nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berada di posisi teratas dalam simulasi elektabilitas calon presiden, mengungguli Presiden Prabowo Subianto.
Dalam simulasi yang dirilis kedua lembaga tersebut, Dedi Mulyadi memperoleh dukungan yang lebih tinggi dibanding Prabowo. Berdasarkan hasil yang dipublikasikan, survei SMRC menempatkan Dedi Mulyadi pada angka 35 persen, sedangkan Prabowo berada di 14,5 persen. Hasil ini menjadi sorotan karena menunjukkan perubahan signifikan dibanding peta politik beberapa waktu sebelumnya.
Sementara itu, pemberitaan Kompas juga mengulas bahwa dalam simulasi tertentu, Dedi Mulyadi unggul atas Prabowo berdasarkan hasil survei SMRC maupun Indikator Politik Indonesia.
Meningkatnya elektabilitas Dedi Mulyadi tidak lepas dari tingginya eksposur publik. Aktivitasnya yang intens di media sosial, pendekatan langsung kepada masyarakat, hingga gaya komunikasi yang sederhana dinilai mampu memperkuat kedekatan dengan pemilih.
Sebagai Gubernur Jawa Barat, Dedi juga memperoleh tingkat kepuasan publik yang tinggi dalam berbagai survei sebelumnya. Popularitas tersebut kemudian berkontribusi terhadap meningkatnya elektabilitas dalam simulasi Pilpres 2029.
Di sisi lain, hasil survei SMRC terbaru juga menunjukkan penurunan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto menjadi sekitar 51,1 persen, turun dibanding survei sebelumnya. SMRC menyebut persepsi terhadap kondisi ekonomi menjadi faktor utama yang memengaruhi penilaian publik.
Penurunan kepuasan terhadap pemerintah dinilai turut memengaruhi simulasi elektabilitas calon presiden, meski masih terlalu dini untuk menyimpulkan arah Pilpres 2029 karena tahapan pemilu belum dimulai.
Meski hasil survei menunjukkan Dedi Mulyadi unggul dalam simulasi tertentu, para peneliti mengingatkan bahwa elektabilitas dapat berubah seiring perkembangan politik, kondisi ekonomi, serta munculnya figur-figur baru menjelang Pilpres 2029. Survei pada dasarnya menggambarkan preferensi responden pada saat pengambilan data, bukan hasil akhir pemilihan.
Dengan demikian, temuan SMRC dan Indikator menjadi sinyal bahwa persaingan menuju Pilpres 2029 mulai menghangat. Nama Dedi Mulyadi kini muncul sebagai salah satu figur dengan daya saing kuat, sementara Prabowo menghadapi tantangan untuk mempertahankan dukungan publik di tengah dinamika ekonomi dan politik nasional.





