Dosen UGM Sebut Dugaan Korupsi MBG Bisa Terjadi Harian

  • Bagikan
Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) Media Askar Wahyudi
Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) Media Askar Wahyudi

MoneyTalk.id, Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) Media Askar Wahyudi menilai, terdapat kegelisahan yang semakin meluas di tengah masyarakat terkait pelaksanaan program tersebut, termasuk dugaan praktik pengembalian uang atau cashback kepada pihak tertentu.

Media Askar Wahyudi mengungkapkan, dirinya menerima berbagai informasi dari masyarakat dan pedagang yang mengaku mengetahui adanya praktik yang dinilai janggal dalam pengadaan kebutuhan MBG.

“Wah, parah. Satu pasar tahu bahwa MBG itu haram,” kata Media dalam diskusi yang ditayangkan di channel YouTube, Ahad (23/8/2026).

Menurut dia, persoalan tersebut menjadi serius karena dugaan penyimpangan dalam program MBG disebut dapat terjadi berulang setiap hari. Ia bahkan menggambarkan potensi penyimpangan itu bisa berganti-ganti berdasarkan komoditas yang dibeli.

“Menariknya MBG ini dibandingkan dengan program lain yang korupsinya itu bisa harian. Jadi kalau hari Senin itu korupsi telur, Selasa itu bisa ganti korupsi sayur, diputar saja,” ujarnya.

Media menegaskan, pernyataan tersebut bukan sekadar persoalan sederhana. Ia mengaku menerima banyak laporan atau cerita dari masyarakat yang masuk melalui media sosialnya terkait pelaksanaan program MBG.

Salah satu informasi yang diterimanya, kata Media, berasal dari pedagang ayam. Pedagang tersebut disebut mengaku menjual ayam dengan harga tertentu, namun kemudian diminta mengembalikan sebagian uang pembayaran melalui mekanisme cashback.

“Ada banyak sekali yang masuk ke media sosial saya. Misalkan pedagang ayam yang mengatakan, ‘Mas, ayam saya dibeli sekian kilo, lalu mereka bayar sekian, dan saya diminta untuk mengirimkan kembali uangnya, cashback,’” kata Media.

Menurutnya, informasi serupa tidak hanya berasal dari satu pedagang. Ia menyebut dugaan permintaan cashback tersebut diklaim terjadi kepada sejumlah pedagang karena kebutuhan bahan pangan untuk program MBG melibatkan banyak pemasok.

“Dan itu terjadi ke pedagang-pedagang. Tidak hanya satu pedagang karena mereka butuh banyak, ke puluhan pedagang di pasar itu,” tuturnya.

Media menilai apabila informasi tersebut benar, maka persoalan tersebut perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan aparat penegak hukum. Sebab, program MBG menggunakan anggaran negara dan menyangkut pemenuhan kebutuhan makanan bagi masyarakat.

Ia juga menyebut keresahan masyarakat terhadap pelaksanaan MBG saat ini sudah semakin besar.

“Bayangkan pedagang itu, satu pasar itu juga sudah tahu sebetulnya MBG itu haram,” katanya.

Lebih lanjut, Media menyebut kegelisahan tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan kecil. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan seluruh proses pengadaan dan distribusi dalam program MBG berlangsung transparan serta dapat dipertanggungjawabkan.

“Kegelisahan masyarakat hari ini terkait MBG itu sudah sangat-sangat masif,” ujarnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *