Peringatan “Nepal Effect” untuk Pemerintah dan DPR RI

  • Bagikan

MoneyTalk, Jakarta – Pemerhati sosial dan politik, Sholihin MS, mengingatkan potensi gejolak besar di Indonesia byila pemerintah dan DPR tidak segera merespons tuntutan masyarakat. Dalam tulisan opininya bertajuk “Rakyat Indonesia Akan Mengikuti Rakyat Nepal?”, Sholihin menilai kondisi Indonesia memiliki sejumlah kemiripan dengan Nepal sebelum kerusuhan besar terjadi di negara itu.

Menurut Sholihin, setidaknya ada lima kesamaan situasi: tingginya angka kemiskinan, ketergantungan ekonomi pada kekuatan asing, dominasi oligarki, maraknya korupsi pejabat, dan kesenjangan sosial yang tajam. Ia menilai akumulasi persoalan tersebut ibarat “bom waktu” yang menunggu pemicu.

Sholihin juga merinci sepuluh tuntutan yang dianggap mendesak, di antaranya agar aparat kepolisian tidak bertindak represif, proses hukum bagi pelanggar, pencopotan Kapolri, penghentian rencana tunjangan DPR, hingga pembahasan undang-undang perampasan aset koruptor. Ia bahkan menyebutkan desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta penegakan hukum bagi mantan Presiden Joko Widodo.

“Aksi pada 25 dan 28 Agustus hanyalah peringatan. Jika pemerintah dan DPR tetap menutup telinga, kehancuran pejabat eksekutif, legislatif, dan yudikatif tinggal menghitung hari,” tulis Sholihin, Kamis (11/9/2025).

Ia mengimbau agar para pejabat negara menanggapi aspirasi rakyat secara serius agar Indonesia tidak mengalami kekacauan seperti yang pernah melanda Nepal.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *