Ngeri, Said Didu: Jokowi sudah Mengancam Prabowo Dua Kali

  • Bagikan
We Stand with Said Didu: Lawan Penjajahan Negara PIK-2!
We Stand with Said Didu: Lawan Penjajahan Negara PIK-2!

MoneyTalk, Jakarta – Pengamat kebijakan publik sekaligus mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, menilai mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah dua kali melakukan manuver politik yang disebutnya sebagai bentuk “ancaman” terhadap Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan ini disampaikan Said Didu menanggapi dinamika politik nasional menjelang Pilpres 2029.

Menurut Said Didu, peristiwa pertama terjadi pada 6 Juni 2025, ketika Jokowi menanggapi isu pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Saat itu, Jokowi menegaskan bahwa pemilihan presiden dan wakil presiden merupakan satu paket. Said Didu menafsirkan pernyataan itu sebagai pesan bahwa upaya pemakzulan Gibran otomatis akan menyeret Prabowo sebagai presiden.

Sementara itu, peristiwa kedua yang dianggapnya sebagai ancaman terjadi pada 19 September 2025. Dalam momentum tersebut, Jokowi disebut menginstruksikan para relawan dan pendukungnya untuk mendorong pasangan Prabowo-Gibran maju kembali pada Pilpres 2029. Said Didu menafsirkan langkah itu sebagai sinyal bahwa jika Prabowo ingin kembali mencalonkan diri pada 2029, ia harus kembali menggandeng Gibran sebagai pasangan.

Said Didu menilai, dua pernyataan tersebut menunjukkan upaya Jokowi menjaga posisi politik putranya, Gibran. Ia mengaitkan hal itu dengan proses politik sebelumnya ketika Gibran berhasil maju sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024 setelah perubahan ketentuan batas usia capres-cawapres melalui Mahkamah Konstitusi.

“Ini tantangan bagi bangsa. Jangan diam menghadapi manuver yang berpotensi merusak tatanan demokrasi,” ujar Said Didu, Ahad (21/9/2025).

Sejauh ini belum ada tanggapan resmi dari pihak Jokowi maupun dari kubu Prabowo terkait pernyataan Said Didu tersebut. Namun, isu hubungan politik antara Jokowi dan Prabowo memang terus menjadi sorotan publik, terutama setelah Gibran resmi menduduki kursi wakil presiden.

Pengamat politik Rokhmat Widodo menilai, dinamika ini menjadi penanda awal peta pertarungan politik 2029, di mana posisi Gibran sebagai figur muda di lingkar kekuasaan terus mengundang pro dan kontra di kalangan elite maupun masyarakat luas.

“Prabowo mulai menjaga jarak dengan Jokowi dan Geng Solo,” jelasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *