Eggy Sudjana Dan Damai HL KO, sebelum Bertempur

  • Bagikan

MoneyTalk, Jakarta – Antara percaya dan tidak percaya kalau pejuang Eggy Sujana dan Damai Hari Lubis (DHL) terkena gendam Jokowi.

Mungkin kasus ES dan DHL mirip kasus Yusril Ihza Mahendra, berapi-api “memusuhi” Jokowi ketika berseberangan dengan Jokowi, tapi langsung nglumpruk (tunduk) ketika berhadapan dengan Jokowi.

Sebagai seorang pengamal perdukunan dan kekuatan sihir (ilmu hitam), Jokowi sangat sakti menghancurkan keyakinan orang-orang beriman yang tidak istiqamah.

Hanya orang-orang beriman yang istiqamah dan tidak tergiur harta duniawi yang bisa menangkal gendam Jokowi.

Satu hal yang selalu terjadi secara berulang, siapa pun yang bersikap lunak kepada Jokowi, apalagi mencoba untuk mendekati dan memujinya, dipastikan akan takluk dan menjadi pengikutnya.

Kasus YIM mungkin tidak mengherankan, karena ternyata YIM seorang yang haus jabatan, kekuasaan dan harta benda, maka iman yang dipertahankannya tidak mampu membendung serangan iblis dan syetan.

Berita tentang telah tunduknya ES dan DHL masih simpang siur, mengingat ES dan DHL belum secara resmi memberikan klarifikasi. Berita-berita yang muncul bisa saja disimpangkan atau disalah persepsikan.

Jika saja rumor-rumor yang beredar benar, bahwa ES dan DHL sowan kepada Jokowi bahkan malah memuji-mujinya, tidak diragukan lagi kalau ES dan DHL telah terkena gendam (sihir) Jokowi. Maka sejak saat itu, semua pembelaan ES dan DHL sudah seperti kotoran yang busuk baunya.

Kesalahan fatal dari ES dan DHL adalah tertipu dengan wujud fisik ijazah Jokowi tanpa menelusuri berbagai hal yang berkaitan dengan dikeluarkannya ijazah Jokowi, seperti :

1. benarkah Jokowi kuliah di UGM sampai selesai ?

2. Benarkah di Fakultas Kehutanan UGM ada jurusan perkayuan ?

3. Apakah Jokowi mengikuti perkuliahan tiap semester dengan nilai “lulus” (ada bukti transkrip nilai)?

4. Benarkah Jokowi mengikuti pembimbingan skripsi ? Siapa dosen pembimbingnya ?

5. Benarkah Jokowi memiliki teman-teman kuliah seangkatan dan sejurusan secara sah?

Sebenarnya semua pertanyaan itu tidak mungkin bisa dibuktikan, mengingat wujud fisik ijazah Jokowi saja sudah nyleneh.

Untuk menguji keaslian fisik ijazah Jokowi bisa dideteksi paling tidak dengan tiga indikator :*1. foto yang digunakan pada ijazah; 2. penulisan nama jika dibandingkan dengan ijazah lulusan seangkatannya; 3. kertas dan model background yang digunakan untuk ijazah*, dll.

Jika salah satu saja unsur di atas tidak orisinil, sudah dipatikan ijazah itu adalah palsu.

Walaupun Jokowi bersikeras tidak mau menunjukkan ijazah (palsunya) kepada publik, rakyat sudah punya keputusan dalam hati : *ijazah Jokowi memang palsu*

Akankah ES dan DHL akan tersapu bersama kebusukan Jokowi, atau segera klarifikasi dan menjauhi Jokowi yang sudah sekarat diambang suu-ulkhatimah?

Waktulah yang akan membuktikannya.

Penulis : Sholihin MS (Pemerhati Social dan Politik)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *