Roy Murtadho: Dahnil Jadi Pejabat Bukan karena Prestasi, tapi Hasil Menjilat

  • Bagikan

MoneyTalk, Jakarta – Penunjukan Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah menuai kritik keras. Aktivis Partai Hijau Indonesia, Roy Murtadho, menuding jabatan baru Dahnil bukanlah hasil prestasi, melainkan buah dari sikap loyal tanpa batas terhadap Presiden Prabowo Subianto.

“Sudah terbukti. Dahnil Anzar Simanjuntak jadi pejabat bukan karena prestasi, tapi hasil menjilat. Modelan kayak gini, diminta masuk comberan juga mau. Sudah bilang prajurit pula. Sedemikian rendahnya seorang mantan pimpinan Pemuda Muhammadiyah,” kata Roy dalam unggahan media sosialnya, Selasa (9/9/2025).

Pernyataan Roy menanggapi ucapan Dahnil yang sebelumnya menulis, “Innalillahi wa innailaihi rojiun. Mohon doa sobat semua. Saya prajurit Pak @prabowo apa pun yang beliau tugaskan saya laksanakan sepenuh hati.”

Dahnil dilantik sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah dalam reshuffle kabinet terbaru yang diumumkan Presiden Prabowo. Penunjukan ini mengejutkan banyak pihak, karena Dahnil selama ini lebih dikenal sebagai aktivis Pemuda Muhammadiyah dan juru bicara politik ketimbang sosok yang berkecimpung langsung dalam urusan haji.

Pemerintah menegaskan pelantikan dilakukan sesuai prosedur resmi, sementara sejumlah pihak menilai posisi strategis tersebut menuntut integritas sekaligus kemampuan teknis untuk mengelola layanan haji yang menyangkut jutaan jamaah setiap tahun.

Komentar Roy memicu perbincangan luas di media sosial. Sebagian warganet mendukung kritiknya dengan menyoroti praktik “politik balas jasa” dalam penunjukan pejabat. Namun ada pula yang menilai pernyataan Roy terlalu personal dan menunggu pembuktian dari kinerja Dahnil di kementerian.

Isu ini mempertegas perdebatan lama mengenai standar pengisian jabatan publik di Indonesia. Apakah jabatan diberikan berdasarkan kompetensi dan prestasi, atau loyalitas kepada pemimpin politik.

Tugas berat menanti Dahnil dalam mengemban amanah baru, mulai dari pembenahan tata kelola haji, transparansi anggaran, hingga pelayanan jamaah. Di sisi lain, kritik tajam seperti yang dilontarkan Roy Murtadho bisa menjadi pengingat bahwa publik akan terus menilai bukan hanya dari kata-kata, melainkan hasil kerja nyata di lapangan

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *