Politikus Demokrat Sebut Curut Pendukung Gibran dan Ingatkan Keputusan Kontroversi Paman MK 

  • Bagikan

MoneyTalk, Jakarta – Politikus Demokrat Rommi Irawan melontarkan kritik keras terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan pendukungnya. Melalui akun media sosialnya, Rommi menyinggung soal keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait batas usia maksimal calon presiden yang disebutnya sebagai “putusan Paman MK” dan menuduh ada skenario politik yang menguntungkan Gibran.

“Pak @prabowo, rakyat tidak lupa. Sandera keputusan Paman MK, soal batas usia maksimal capres. Begitu koalisi umumkan Cawapres, besoknya MK putuskan menolak,” tulis Rommi dalam unggahannya, Selasa (2/12/2025).

Unggahan itu mengarah pada kontroversi lama seputar perubahan batas usia minimal capres-cawapres pada tahun politik 2023, yang memungkinkan Gibran maju dalam Pilpres 2024. Meski putusan MK terkait batas maksimal usia capres akhirnya ditolak, Rommi menilai ritme keputusan MK itu mencurigakan dan sarat motif politik.

Kritik Rommi tak berhenti pada isu hukum dan politik nasional. Ia juga menantang para pendukung Gibran yang menurutnya kerap menyerang lawan politik di media sosial.

“Pendukung Gibran nantang WAR? Gw ladenin,” tulisnya.

Ia bahkan menyebut mereka sebagai “curut”, istilah yang menandakan penilaian merendahkan. Ungkapan itu langsung menjadi sorotan karena menunjukkan eskalasi konflik verbal yang semakin personal di antara elit dan simpatisan politik.

Yang membuat pernyataan Rommi makin tajam adalah ketika ia menyinggung dua tokoh besar: mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Moeldoko.

“Sekelas JKW, Moeldoko begal partai, gw lawan. Apalagi curut pendukung Gibran,” katanya.

Pernyataan itu merujuk pada kisruh internal Partai Demokrat pada 2021, ketika Moeldoko dituding melakukan upaya pengambilalihan kepemimpinan partai melalui Kongres Luar Biasa Deli Serdang. Walau pada akhirnya MK menolak pengesahan kubu Moeldoko, memori politik itu masih sering muncul dalam perdebatan politik nasional.

Dengan menyebut dirinya pernah “melawan” tokoh sekelas Jokowi dan Moeldoko, Rommi ingin menunjukkan bahwa ia tidak gentar menghadapi serangan politik apa pun.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *