Nicho Silalahi: Reformasi Polri Harus Dimulai dengan Copot Kapolri dan Lepaskan Brimob ke Kemenhan atau TNI AD!

  • Bagikan

MoneyTalk, Jakarta – Aktivis politik Nicho Silalahi melontarkan kritik keras terhadap institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Ia menegaskan bahwa reformasi di tubuh Polri tidak bisa setengah hati, melainkan harus dimulai dari pencopotan Kapolri hingga reposisi besar terhadap satuan Brimob.

Menurut Nicho, Brimob sejatinya bukan pasukan kepolisian, melainkan pasukan tempur dengan persenjataan yang bahkan lebih canggih daripada milik TNI. Karena itu, ia menilai Brimob sudah tidak relevan berada di bawah Polri.

“Reformasi Polri itu jelas: copot Kapolri, dan lepaskan Brimob dari Polri. Brimob itu pasukan perang, bukan pasukan pengayom masyarakat. Senjatanya saja lebih canggih daripada TNI. Letakkan saja Brimob di bawah Kemenhan atau sekalian masuk struktur TNI AD,” tegas Nicho, Kamis (2/10/2025).

Ia menilai kondisi saat ini menunjukkan Polri justru makin kuat secara militeristik, namun lemah dalam fungsi pelayanan dan perlindungan masyarakat. “Kalau dibiarkan, Polri ini makin arogan. Padahal, reformasi 1998 jelas menuntut pemisahan militer dan polisi. Tapi faktanya, Brimob sekarang lebih mirip tentara daripada polisi,” tambahnya.

Seruan Nicho ini diperkirakan akan memicu kontroversi, terutama karena menyangkut lembaga vital negara. Namun, ia menegaskan bahwa kritiknya merupakan bentuk kepedulian terhadap demokrasi dan arah reformasi yang sejati.

“Kalau Polri tidak direformasi, jangan heran kalau rakyat akan kehilangan kepercayaan. Copot Kapolri, dan kembalikan Brimob ke jalurnya!” pungkas Nicho.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *